Ulee Balang, Busana Adat Aceh Simbol Kehormatan dan Kebesaran Budaya

  • 16 Jul 2026 13:57 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Ulee Balang merupakan salah satu pakaian adat Aceh yang menjadi simbol kehormatan dan kebesaran budaya daerah tersebut. Pada masa lalu, busana ini dikenakan oleh kalangan bangsawan dan keluarga kerajaan, khususnya mereka yang memiliki gelar Teuku untuk laki-laki dan Cut untuk perempuan. Nama Ulee Balang berasal dari istilah yang merujuk pada pemimpin atau bangsawan dalam sistem pemerintahan tradisional Aceh. Karena itu, pakaian ini tidak hanya berfungsi sebagai busana, tetapi juga melambangkan kedudukan, kewibawaan, dan kehormatan pemakainya. Kini, Ulee Balang lebih sering digunakan dalam upacara adat, pernikahan, serta berbagai kegiatan budaya sebagai bentuk pelestarian warisan leluhur. Dilansir dari id.wikipedia.org

Busana Ulee Balang terdiri atas dua jenis, yaitu Linto Baro untuk laki-laki dan Daro Baro untuk perempuan. Linto Baro biasanya mengenakan baju meukasah berbahan beludru berwarna hitam atau biru tua yang dihiasi sulaman benang emas. Busana ini dipadukan dengan celana sileuweu, kain songket yang dililitkan di pinggang, kupiah meukeutop sebagai penutup kepala, serta rencong yang menjadi lambang keberanian dan kehormatan masyarakat Aceh.

Sementara itu, Daro Baro mengenakan baju kurung panjang berbahan sutra atau kain tenun yang dihiasi sulaman benang emas dan dipadukan dengan kain songket khas Aceh. Potongan baju yang longgar mencerminkan nilai kesopanan yang dipengaruhi ajaran Islam. Keindahan busana perempuan ini semakin terlihat melalui ragam motif tradisional yang memperkuat identitas budaya Aceh sekaligus menunjukkan keterampilan para perajin lokal.

Selain bentuknya yang khas, Ulee Balang juga memiliki makna filosofis melalui pilihan warna dan motif hiasannya. Warna hitam melambangkan kewibawaan, merah menggambarkan keberanian, sedangkan emas menjadi simbol kemuliaan dan kejayaan. Berbagai motif tradisional, seperti pucuk rebung dan awan berarak, mengandung pesan tentang harapan, pertumbuhan, serta keharmonisan hidup. Hingga kini, Ulee Balang tetap menjadi salah satu warisan budaya yang membanggakan dan menjadi identitas masyarakat Aceh di berbagai acara resmi maupun adat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....