Tari Saman Warisan Budaya Aceh Penuh Nilai Kebersamaan

  • 20 Jun 2026 16:02 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Tari Saman merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari masyarakat Suku Gayo di Aceh, Indonesia. Tarian ini dikenal sebagai simbol persatuan, kekompakan, dan kebersamaan. Pada tahun 2011, Tari Saman ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia. Selain menjadi hiburan, tarian ini juga digunakan sebagai sarana menyampaikan pesan moral, pendidikan, serta nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat. Dilansir dari id.wikipedia.org

Sebelum pertunjukan dimulai, biasanya terdapat pembukaan yang dipandu oleh seorang tokoh adat atau orang yang dihormati di lingkungan setempat. Pada tahap ini, disampaikan berbagai nasihat dan pesan yang bermanfaat bagi para penari maupun penonton. Syair yang dibawakan dalam Tari Saman dinyanyikan secara berkelompok dan berkesinambungan sehingga menciptakan suasana yang hidup dan penuh semangat.

Keunikan Tari Saman terlihat pada gerakannya yang dilakukan secara serempak. Gerakan dasar yang paling menonjol adalah tepukan tangan dan tepukan dada yang dipadukan dengan berbagai gerakan tubuh lainnya. Setiap perubahan gerak biasanya diiringi oleh nyanyian atau syair yang memiliki makna tertentu. Lagu-lagu dalam Tari Saman terdiri atas beberapa jenis, seperti seruan pembuka, nyanyian bersama, lagu pendek, lagu bernada tinggi sebagai penanda perubahan gerak, dan lagu yang diulang oleh seluruh penari.

Pada awalnya, Tari Saman umumnya dimainkan oleh sekelompok laki-laki yang mengenakan pakaian adat. Jumlah penari dapat mencapai belasan hingga puluhan orang, dengan seorang pemimpin yang disebut syekh. Syekh bertugas mengatur keselarasan gerakan sekaligus memimpin lantunan syair. Hingga saat ini, Tari Saman tetap dilestarikan dan sering ditampilkan dalam berbagai acara budaya sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....