Minions And Monsters : Ritual Asal-Asalan, Monster Raksasa Siap Memangsa!
- 02 Jun 2026 18:23 WIB
- Denpasar
RRI. CO.ID, Denpasar – Kalau ada satu franchise animasi yang tidak pernah gagal membuat seluruh isi bioskop tertawa dalam satu nada yang sama dari anak berusia empat tahun yang belum bisa membaca subtitle hingga kakek nenek yang datang karena diajak cucu itu adalah para Minion, dan Minions & Monsters adalah puncak dari semua petualangan mereka yang sudah pernah ada.
Illumination, studio yang bersama franchise Despicable Me sudah meraup lebih dari $5,6 miliar di box office global, kembali hadir dengan energi yang tidak pernah padam dan cerita yang kali ini membawa para makhluk kuning bertubuh pendek itu jauh ke masa lalu ke Hollywood era 1920-an yang gemerlap dan kejam sekaligus, tempat impian-impian besar dilahirkan dan juga dihancurkan dalam satu tarikan tirai panggung.
Di sini, tiga Minion tanpa nama tapi bernyali besar nekat masuk ke industri paling keras di dunia dengan satu tekad bulat: membuat film monster terhebat yang pernah ada dalam sejarah sinema, menjadi bintang, dan membuktikan bahwa ukuran tubuh tidak pernah berbanding lurus dengan besarnya mimpi. Diproduksi oleh Illumination untuk Universal Pictures, Minions & Monsters adalah film ketujuh dari franchise Despicable Me sekaligus seri ketiga para Minion, dan resmi tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 30 Juni 2026.
Minions & Monsters disutradarai oleh Pierre Coffin nomine Academy Award sekaligus sutradara orisinal tiga film Despicable Me pertama dan Minions (2015), yang juga telah mengisi suara para Minion sejak debut pertama mereka di 2010 sehingga tidak ada orang lain di bumi ini yang bisa menyentuh karakter-karakter ini dengan kedalaman yang sama.
Naskahnya ditulis bersama oleh Pierre Coffin dan Brian Lynch (Minions, The Secret Life of Pets), diproduseri oleh Chris Meledandri (pendiri dan CEO Illumination) dan Bill Ryan (produser eksekutif The Super Mario Bros. Movie), dengan Brian Lynch sebagai produser eksekutif. Sebelum tayang luas, film ini akan memulai debut perdananya di Annecy International Animation Film Festival pada 21 Juni 2026 festival animasi paling bergengsi di dunia membuktikan bahwa Minions & Monsters bukan sekadar hiburan musim panas biasa tapi karya yang layak berdiri di panggung animasi internasional.
Berlatar sekitar 40 tahun sebelum peristiwa film Minions (2015), kisah ini dimulai di sebuah set film fantasi di mana para Minion bermain sebagai ksatria dan prajurit sebuah adegan yang dalam teori seharusnya penuh wibawa dan dramatis, tapi dalam praktiknya berubah menjadi kekacauan slapstick yang membuat seluruh kru di balik kamera tidak tahu harus bereaksi bagaimana.
Di antara ribut-ribut itu, satu Minion bernama James menunjukkan sesuatu yang tidak pernah ada dalam data riwayat hidup Minion manapun: bakat sinematik yang sungguhan, kepekaan terhadap cerita, dan visi tentang film monster yang ia yakini akan mengubah sejarah. Dengan kepercayaan diri yang tidak pernah berbanding lurus dengan kemampuan aktual mereka, James berhasil meyakinkan seluruh kawanannya untuk bersama-sama mengejar mimpi itu masuk ke Hollywood tanpa undangan, tampil dalam film noir yang hasilnya lebih membingungkan dari yang dramatis, menunggangi gajah di depan kamera, dan memperlihatkan diri dalam setelan jas yang tidak pernah pas di badan mereka yang tidak proporsional. Hollywood tahun 1920-an tidak siap untuk mereka, dan itu akan segera menjadi masalah yang jauh lebih besar dari sekadar gangguan di set produksi.
Ketika naskah film monster mereka membutuhkan satu hal yang tidak bisa didapat dari casting call manapun monster asli yang nyata para Minion memilih solusi yang paling natural bagi makhluk yang tidak pernah membaca petunjuk keselamatan apapun dalam hidupnya: ritual mistis di ruang bawah tanah yang remang-remang, dipenuhi lilin yang berkedip-kedip, dan dipenuhi energi pengambilan-keputusan-yang-sangat-buruk.
Mantra diucapkan dengan pengucapan yang hampir pasti salah di setiap suku katanya, gerakan tangan diciptakan secara improvisasi murni, dan hasilnya adalah kemunculan Goombi makhluk hijau kecil eksentrik dengan nama resmi yang tidak ada yang sanggup menghafalnya: Gary Orcham Oliver Magma Ickabob the Deceiver. Goombi menawarkan petunjuk menuju monster paling kuat yang pernah ada di muka bumi lebih dari cukup untuk dijadikan bintang film yang akan mengubah sejarah sinema dan para Minion langsung setuju tanpa bertanya apa konsekuensinya, karena mereka tidak pernah bertanya tentang konsekuensi apapun dalam sejarah hidup mereka. Itu adalah keputusan yang akan membawa mereka ke tempat yang tidak pernah ada dalam agenda siapapun.
Di ujung petualangan bersama Goombi, melewati lautan, badai, dan berbagai ujian yang tidak pernah ada dalam deskripsi pekerjaan siapapun, para Minion akhirnya menemukan "bintang utama" yang dijanjikan: Irene entitas purba berbentuk cairan oranye yang dipenuhi mata dari segala arah, monster yang telah dikurung sejak zaman yang bahkan tidak tercatat dalam catatan sejarah mana pun, dan yang memiliki satu rencana tunggal sejak ia pertama kali membuka ratusan matanya: menghancurkan segalanya.
Sementara niat para Minion hanya ingin punya bintang film yang memukau untuk dipajang di poster produksi mereka, yang mereka dapat adalah bencana berskala global yang dalam hitungan menit memaksa mereka berhadapan dengan konsekuensi dari kekacauan yang seluruhnya mereka ciptakan sendiri termasuk insiden di perpustakaan kuno di mana mantra yang salah mengubah kelinci merah muda yang imut menjadi monster merah raksasa penyembur api. Dari set film yang berkilau, cerita berputar menjadi kisah tentang tanggung jawab sesuatu yang tidak pernah ada dalam kamus Minion manapun, tapi harus mereka temukan dengan cara yang sekaligus paling konyol dan paling mengharukan yang pernah ada.
Pierre Coffin membangun Minions & Monsters di atas fondasi yang sudah terbukti tidak pernah gagal: kekacauan yang dibungkus dengan kehangatan, dan komedi yang selalu punya jantung berdetak kencang di tengahnya. Ikhtiar para Minion mengembalikan Irene ke kurungannya menghasilkan sekuens aksi yang langsung viral di media sosial global sejak trailer finalnya ditayangkan: kejaran di atas kereta api yang berakhir bukan seperti yang direncanakan, pertarungan melawan hiu raksasa dengan senjata yang ditemukan secara dadakan, dan klimaks paling absurd tahun ini yang langsung menjadi ikon: seorang Minion bertransformasi menjadi badut bersenjata lengkap untuk melawan entitas purba yang hampir mengakhiri peradaban.
Dengan latar Hollywood era 1920-an yang direkonstruksi secara visual dengan detail menakjubkan, dan barisan pengisi suara bertaraf Oscar mulai dari Christoph Waltz, Jeff Bridges, Allison Janney hingga Jesse Eisenberg dan Zoey Deutch, Minions & Monsters hadir di XXI, CGV, Cinépolis, Platinum Cineplex, dan seluruh bioskop Indonesia mulai 30 Juni 2026 bawa seluruh keluarga, percayakan dua jam hidupmu kepada makhluk kuning yang tidak pernah mengecewakan, dan siapkan popcorn lebih banyak dari biasanya karena tawa di film ini tidak pernah beri kamu jeda untuk berhenti mengunyah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....