Kompang Alat Musik Tradisional Bernuansa Islami Jawa

  • 29 Mei 2026 21:48 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Kompang adalah alat musik tradisional dari Ponorogo yang dimainkan dengan cara dipukul. Bentuknya mirip rebana, yaitu bundar dan pipih dengan salah satu sisi ditutup kulit hewan. Bagian dalamnya berongga sehingga menghasilkan suara yang nyaring saat dimainkan. Kompang termasuk alat musik perkusi yang sering digunakan dalam pertunjukan seni dan kegiatan keagamaan masyarakat Jawa. Dilansir dari

Alat musik ini umumnya dibuat dari kayu dengan penutup kulit pada bagian permukaannya. Ukuran kompang bermacam-macam, mulai dari kecil hingga besar. Cara memainkannya cukup sederhana, yaitu dipukul menggunakan telapak tangan mengikuti irama tertentu. Suara yang dihasilkan biasanya dipadukan dengan alat musik lain agar menciptakan pertunjukan yang lebih meriah.

Kompang telah dikenal sejak lama dan berkembang bersama budaya gamelan di Pulau Jawa. Seiring masuknya pengaruh Islam, alat musik ini kemudian sering digunakan untuk mengiringi sholawat dan berbagai kegiatan religius. Di Ponorogo, kompang juga menjadi bagian dari kesenian tradisional seperti Terbangan yang dipadukan dengan kendang dan gamelan reog.

Selain berkembang di Indonesia, kompang juga dikenal di beberapa wilayah budaya Melayu seperti Selangor, Johor, dan Brunei. Alat musik ini digunakan dalam acara pernikahan, perayaan hari besar Islam, hingga pertunjukan budaya. Hingga sekarang, kompang masih dilestarikan sebagai bagian penting dari warisan seni tradisional masyarakat Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....