Mengenal Gordang Sambilan Warisan Musik Tradisional Mandailing

  • 29 Mei 2026 21:47 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Gordang Sambilan adalah alat musik tradisional milik suku Mandailing Natal yang berasal dari budaya Batak Mandailing. Nama “gordang” berarti gendang atau beduk, sedangkan “sambilan” berarti sembilan. Sesuai namanya, alat musik ini terdiri dari sembilan gendang dengan ukuran berbeda sehingga menghasilkan nada yang beragam. Dalam pertunjukan, Gordang Sambilan biasanya dimainkan oleh beberapa orang secara bersama-sama. Dilansir dari id.wikipedia.org

Gordang Sambilan dibuat dari kayu yang dibentuk menjadi tabung resonansi, kemudian salah satu sisinya ditutup menggunakan kulit sapi yang direntangkan dengan kuat. Bagian kulit tersebut diikat memakai tali rotan agar menghasilkan suara yang nyaring saat dipukul. Setiap gendang memiliki ukuran dan fungsi nada yang berbeda sehingga menciptakan irama khas dalam musik tradisional Mandailing.

Pada masa lalu, Gordang Sambilan sering digunakan dalam upacara adat dan kegiatan yang bersifat sakral. Alat musik ini dimainkan dalam ritual adat, acara meminta hujan, hingga kegiatan yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat setempat. Selain itu, Gordang Sambilan juga digunakan dalam pesta pernikahan, upacara kematian, dan acara penting lainnya yang melibatkan masyarakat.

Seiring perkembangan zaman, penggunaan Gordang Sambilan menjadi lebih luas dan tidak hanya terbatas pada acara adat. Kini alat musik ini sering ditampilkan dalam penyambutan tamu, pertunjukan budaya, festival, dan perayaan hari besar. Gordang Sambilan juga dikenal sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah dan seni tinggi bagi masyarakat Mandailing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....