Mengenal Gendang Nurunken, Musik Tradisional Upacara Adat Karo
- 28 Mei 2026 12:41 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Gendang nurunken merupakan musik tradisional yang digunakan dalam upacara kematian masyarakat Batak Karo. Nama ini berasal dari kata “gendang” yang berarti alat musik dan “nurunken” yang merujuk pada prosesi kematian. Dalam adat Karo, musik ini memiliki makna penting sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang telah meninggal dunia. Iringan musik tersebut juga membantu menciptakan suasana khidmat selama upacara berlangsung. Dilansir dari id.wikipedia.org
Gendang nurunken termasuk dalam seperangkat alat musik tradisional yang disebut lima sendalanen. Perangkat ini terdiri dari beberapa alat musik yang dimainkan bersama agar menghasilkan irama khas dalam acara adat. Setiap alat musik memiliki fungsi masing-masing dan saling melengkapi untuk menciptakan bunyi yang harmonis.
Salah satu alat utama adalah gendang indungen yang dibuat dari kayu nangka dan dilapisi kulit hewan pada kedua sisinya. Gendang ini dimainkan menggunakan dua pemukul kayu. Selain itu, ada gendang anakna yang bentuk dan bahannya hampir sama, tetapi ukurannya berbeda. Kedua gendang tersebut menjadi pengatur irama utama dalam pertunjukan musik tradisional Karo.
Perangkat lainnya terdiri dari gung, penganak, dan sarunai. Gung adalah gong besar berbahan logam yang menghasilkan suara dalam dan kuat, sedangkan penganak merupakan gong kecil dengan nada yang lebih tinggi. Ada pula sarunai, alat musik tiup tradisional yang terbuat dari kayu dan memiliki beberapa lubang nada. Kombinasi seluruh alat musik ini menghasilkan alunan khas yang menjadi bagian penting dalam upacara adat Batak Karo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....