Mengenal Rapa’i, Alat Musik Tradisional Aceh yang Penuh Makna
- 28 Mei 2026 12:56 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Rapa’i merupakan alat musik tradisional khas Aceh yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tangan tanpa alat bantu. Alat musik ini memiliki bentuk bundar dan biasanya terbuat dari kayu yang dilapisi kulit sapi atau kambing. Dalam masyarakat Aceh, rapa’i dikenal sebagai alat musik yang sering digunakan untuk mengiringi syair-syair bernuansa Islami serta berbagai pertunjukan seni tradisional. Suara yang dihasilkan rapa’i mampu menciptakan suasana yang meriah dan membangkitkan semangat para penonton. Dilansir dari id.wikipedia.org
Sejarah rapa’i berkaitan erat dengan perkembangan agama Islam di Aceh. Menurut cerita masyarakat, alat musik ini diperkenalkan oleh seorang ulama yang berasal dari Timur Tengah, yaitu Syekh Rifa’i. Sejak zaman Kesultanan Aceh, rapa’i telah digunakan sebagai bagian penting dalam kegiatan seni dan dakwah. Pada masa itu, alat musik ini dimainkan di berbagai acara keagamaan maupun hiburan rakyat sehingga menjadi salah satu warisan budaya yang masih bertahan hingga sekarang.
Rapa’i juga sering dimainkan bersama alat musik tradisional Aceh lainnya, seperti geundrang dan serune kalee. Dalam pertunjukan, rapa’i berfungsi untuk mengatur irama dan tempo lagu. Selain digunakan sebagai hiburan, alat musik ini memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat bagi masyarakat Aceh. Tidak heran jika rapa’i masih sering tampil dalam acara adat, festival budaya, dan kegiatan keagamaan.
Di Aceh terdapat beberapa jenis rapa’i yang memiliki fungsi dan cara permainan berbeda. Misalnya, Rapa’i Daboh yang digunakan dalam pertunjukan ketangkasan, Rapa’i Geurimpheng yang dimainkan sambil menyanyikan syair, dan Rapa’i Pase yang dimainkan oleh banyak orang secara bersama-sama. Ada juga Rapa’i Anak yang berukuran lebih kecil dengan suara nyaring, serta Rapa’i Tuha yang biasanya dimainkan saat acara zikir atau upacara kematian. Keberagaman jenis rapa’i menunjukkan kekayaan seni budaya Aceh yang terus dijaga hingga kini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....