Film Semua Akan Baik Baik Saja : Semua Akan Baik, Asal Kita Kuat

  • 20 Mei 2026 09:58 WIB
  •  Denpasar

RRI. CO.ID, Denpasar – Film ini bergenre drama keluarga dengan nuansa psikologis dan emosional yang kuat, menggambarkan konflik rumah tangga, pertengkaran, dan pengorbanan yang sering kali tertutup oleh kata‑kata “nanti juga beres”. Durasi film berkisar sekitar 1 jam 50 menit, cukup panjang untuk menelusuri perjalanan emosi setiap tokoh tanpa terasa terburu‑buru, namun juga tidak terlalu berat untuk penonton yang sudah lelah dengan kehidupan di luar layar.

Film resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 13 Mei 2026, dengan penayangan di jaringan utama seperti XXI, CGV, Cinepolis, dan bioskop‑bioskop besar lainnya di berbagai kota. Film ini disutradarai oleh Baim Wong, yang menggarap cerita dengan bahasa sehari‑hari namun tetap halus, sehingga setiap dialog terasa seperti percakapan nyata di rumah‑rumah di sekitar kita.

Rating film masuk kategori R13 / 13+ atau “semua usia dengan pengawasan”, karena ada banyak adegan konflik keluarga, tekanan emosional, dan pembahasan isu depresi, kesulitan finansial, dan kematian yang cukup berat untuk penonton di bawah usia remaja, terutama yang pernah mengalami hal serupa di rumah.

Sinopsis film berkisah tentang Bu Wida, ibu sederhana yang mengurus seluruh isi rumah sendirian setelah suaminya tiada, sementara di tengah kepulangannya, muncul rencana besar yang mengguncang fondasi keluarga: ia berniat menjual rumah ­– satu­satunya harta yang dimiliki keluarga – demi menyelamatkan kehidupan finansial dan masa depan anak‑anaknya. Niatnya baik, tapi justru di situlah konflik meledak. Sebagian anggota keluarga setuju, mereka lelah dengan kondisi rumah yang mulai rapuh, sementara Ilham, sang menantu, justru menghambat, karena di balik semua itu ia mempunyai agenda tersendiri untuk menguasai sertifikat rumah dan kekayaan di dalamnya.

Di tengah perebutan rumah, muncul luka‑luka lama: kenangan tentang saudara yang hilang, anak yang harus dibesarkan bertiga, dan masa lalu yang selalu mengingatkan pada kematian seseorang yang sangat disayang. Film ini juga menampilkan Langit (Reza Rahadian), tokoh yang kemudian merawat tiga keponakannya setelah kehilangan saudaranya, jadi jelas bahwa kata “semua akan baik‑baik saja” bukan hanya diucapkan, tapi juga diuji oleh kenyataan. Di akhir, film tidak menjanjikan kebahagiaan instan, tapi justru menunjukkan bahwa kebaikan itu lahir ketika seseorang di tengah keluarga berani berdiri, jujur, dan mengatakan: “Kita mungkin hancur, tapi kita masih di sini, bersama, dan itu sudah cukup untuk bilang semua akan baik‑baik saja.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....