Hal Puthoff: AS Disebut Temukan 4 Jenis Alien dari UFO yang Jatuh

  • 18 Mei 2026 14:47 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Amerika Serikat - Klaim soal keberadaan alien kembali ramai dibicarakan di Amerika Serikat setelah mantan peneliti yang pernah bekerja dalam program pemerintah AS menyebut ada empat spesies makhluk luar angkasa yang ditemukan dari bangkai UFO jatuh. Pernyataan itu disampaikan oleh Hal Puthoff dalam podcast “The Diary of a CEO” bersama sutradara dokumenter Dan Farah pada Minggu, 17 Mei 2026.

Puthoff mengatakan informasi tersebut berasal dari orang-orang yang disebut terlibat langsung dalam operasi pemulihan UFO milik pemerintah AS. “Orang-orang yang terlibat dalam proses pemulihan mengatakan ada setidaknya empat jenis. Empat jenis yang berbeda,” ujar Puthoff seperti dikutip dari New York Post.

Meski begitu, Puthoff mengaku dirinya tidak pernah melihat langsung bukti keberadaan alien tersebut. “Saya memang tidak memiliki akses langsung, tetapi saya percaya pada orang-orang yang saya ajak bicara,” katanya.

Hal Puthoff sendiri dikenal sebagai fisikawan kuantum lulusan Stanford University dan pernah menjadi penasihat program pemerintah AS bernama Advanced Aerospace Weapon System Applications Program atau AAWSAP. Program ini selama bertahun-tahun dikaitkan dengan penelitian fenomena udara tak dikenal atau UFO.

Rekan Puthoff sesama mantan anggota AAWSAP, Eric Davis, sebelumnya juga pernah menyebut empat spesies alien tersebut. Menurut Davis, jenis alien itu dikenal dengan nama Grays, Nordics, Insectoids, dan Reptilians.

Grays digambarkan sebagai alien klasik bertubuh kecil dengan kepala besar dan mata hitam besar seperti yang sering muncul di film sci-fi. Sementara Nordics disebut memiliki penampilan sangat mirip manusia Eropa Utara dengan tinggi sekitar 180 sentimeter.

Adapun Reptilians disebut sebagai makhluk mirip kadal dengan kulit bersisik dan berjalan tegak seperti manusia. Sedangkan Insectoids atau Mantids digambarkan sebagai humanoid menyerupai serangga sembah.

Klaim tentang “biologis non-manusia” sebenarnya bukan pertama kali muncul di AS. Pada 2023, mantan pejabat intelijen Angkatan Udara AS, David Grusch, juga pernah bersaksi di Kongres AS bahwa pemerintah menyimpan material biologis non-manusia dari puluhan UFO jatuh.

Namun hingga kini, pemerintah AS maupun NASA belum pernah mengonfirmasi adanya bukti resmi keberadaan alien. Sebagian ilmuwan menilai klaim tersebut masih sebatas kesaksian tanpa bukti ilmiah yang dapat diverifikasi publik.

Topik UFO sendiri terus menjadi perhatian di AS dalam beberapa tahun terakhir setelah Pentagon membuka penyelidikan terkait fenomena udara misterius atau UAP (Unidentified Anomalous Phenomena). Bahkan, sejumlah sidang di Kongres AS digelar untuk membahas laporan pilot militer yang melihat objek terbang aneh di langit.

Dokumenter “Age of Disclosure” yang dirilis pada Maret 2026 juga ikut membahas dugaan program rahasia pemulihan UFO milik pemerintah AS. Dan Farah mengatakan beberapa narasumber yang diduga terlibat langsung memilih membatalkan wawancara karena takut terhadap konsekuensi yang bisa mereka hadapi.

“Salah satu orang yang awalnya mau diwawancarai akhirnya membatalkan beberapa hari sebelum syuting. Ia merasa hidupnya bisa hancur jika ikut wawancara,” kata Farah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....