Campursari, Perpaduan Musik Tradisional dan Modern Jawa
- 18 Mei 2026 12:42 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Campursari merupakan jenis musik khas Indonesia yang memadukan unsur musik tradisional Jawa dengan alat musik modern. Musik ini berkembang terutama di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dalam campursari, alat musik gamelan dipadukan dengan instrumen seperti keyboard, gitar, dan drum sehingga menghasilkan warna musik yang unik, namun tetap mempertahankan nuansa langgam Jawa dan gending tradisional. Dilasir dari id.wikipedia.org
Perkembangan campursari mulai dikenal luas pada akhir tahun 1980-an berkat musisi Manthous. Ia memperkenalkan perpaduan gamelan dengan keyboard melalui grup Campursari Maju Lancar. Seiring waktu, campursari berkembang dengan memasukkan unsur keroncong dan dangdut sehingga semakin mudah diterima berbagai kalangan masyarakat. Kehadiran campursari juga dianggap membantu menjaga agar musik tradisional Jawa tetap diminati generasi muda.
Manthous dikenal sebagai salah satu pelopor campursari modern. Musisi asal Gunungkidul ini memiliki pengalaman bermain di berbagai jenis musik sebelum akhirnya menciptakan gaya campursari yang khas. Beberapa lagu ciptaannya seperti Anting-Anting, Nyidamsari, dan Kutut Manggung menjadi populer di masyarakat. Selain Manthous, nama Didi Kempot juga sangat berpengaruh dalam perkembangan campursari. Penyanyi asal Solo tersebut dikenal lewat lagu-lagu bertema kehidupan dan patah hati seperti Cidro, Stasiun Balapan, dan Terminal Tirtonadi yang digemari banyak orang.
Hingga sekarang, campursari tetap memiliki tempat di hati penikmat musik Indonesia. Banyak penyanyi dan grup musik baru ikut mengembangkan genre ini dengan gaya yang lebih modern tanpa meninggalkan unsur budaya Jawa. Campursari menjadi bukti bahwa musik tradisional dapat terus berkembang mengikuti zaman sekaligus tetap menjaga identitas budaya daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....