Tips agar WhatsApp Tidak Mudah Diretas

  • 08 Mei 2026 08:40 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Akun WhatsApp kini menjadi salah satu target utama kejahatan siber karena menyimpan banyak data pribadi pengguna. Mulai dari pesan penting, dokumen, hingga akses ke layanan lain bisa disalahgunakan jika akun WhatsApp berhasil diretas.

Modus pembobolan akun WhatsApp juga semakin beragam dan sulit dikenali. Pelaku biasanya memanfaatkan teknik manipulasi atau rekayasa sosial agar korban memberikan kode OTP maupun data rahasia lainnya.

Karena itu, pengguna perlu mengetahui cara mengamankan akun WhatsApp agar tidak mudah dihack. Salah satu langkah paling penting adalah mengaktifkan fitur keamanan bawaan yang sudah disediakan WhatsApp.

Dilansir dari berbagai sumber, fitur pertama yang wajib diaktifkan adalah verifikasi dua langkah atau two-step verification. Fitur ini berfungsi menambahkan lapisan keamanan ekstra saat akun WhatsApp didaftarkan di perangkat baru.

Dengan verifikasi dua langkah, pengguna harus memasukkan PIN khusus selain kode OTP. Jadi, meskipun hacker berhasil mendapatkan kode OTP, akun tetap tidak bisa diambil alih tanpa PIN tambahan tersebut.

Cara mengaktifkan verifikasi dua langkah di WhatsApp juga sangat mudah dilakukan. Pengguna hanya perlu masuk ke menu pengaturan, pilih akun, lalu aktifkan fitur verifikasi dua langkah dan buat PIN enam digit.

Selain PIN, pengguna juga disarankan menambahkan alamat email pribadi. Email ini nantinya berguna untuk memulihkan akun apabila lupa PIN verifikasi dua langkah.

Pengguna WhatsApp juga harus berhati-hati terhadap permintaan kode OTP dari siapa pun. WhatsApp menegaskan bahwa kode OTP bersifat rahasia dan tidak boleh diberikan, termasuk kepada teman, keluarga, maupun orang yang mengaku petugas resmi.

Banyak kasus peretasan WhatsApp terjadi karena korban panik dan tanpa sadar memberikan kode OTP kepada penipu. Setelah kode didapat, pelaku bisa langsung mengambil alih akun hanya dalam hitungan menit.

Selain mengamankan akun WhatsApp, keamanan ponsel juga wajib diperhatikan. Gunakan PIN, pola, sidik jari, atau password layar agar perangkat tidak mudah diakses orang lain.

Langkah ini penting karena akun WhatsApp bisa dibuka langsung melalui ponsel jika perangkat tidak memiliki perlindungan tambahan. Semakin kuat keamanan ponsel, semakin kecil risiko akun dibobol.

Pengguna juga disarankan rutin memeriksa fitur perangkat tertaut atau linked devices. Fitur ini memungkinkan akun WhatsApp digunakan di laptop atau komputer lain sehingga perlu diawasi secara berkala.

Jika menemukan perangkat asing yang tidak dikenal, segera keluarkan akses perangkat tersebut dari akun WhatsApp. Cara ini bisa mencegah orang lain memata-matai percakapan atau mencuri data pribadi pengguna.

Waspadai juga email mencurigakan yang mengatasnamakan WhatsApp. Hacker sering memakai tautan palsu untuk mencuri informasi akun atau meminta pengguna memasukkan data penting.

Jika menerima email aneh tentang reset PIN atau login WhatsApp padahal tidak merasa melakukannya, sebaiknya jangan klik tautan apa pun. Abaikan pesan tersebut dan pastikan hanya menggunakan layanan resmi WhatsApp.

Apabila akun WhatsApp terlanjur diretas, pengguna masih bisa mencoba memulihkannya. Caranya dengan login kembali menggunakan nomor ponsel dan memasukkan kode OTP yang dikirim melalui SMS.

Saat berhasil masuk kembali, akun WhatsApp di perangkat hacker biasanya akan otomatis keluar. Namun jika peretas sudah mengaktifkan verifikasi dua langkah baru, pengguna mungkin harus menunggu beberapa hari untuk memulihkan akun sepenuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....