Film AIN : Teror Influencer Cantik, Fisiknya Hancur karena Iri
- 07 Mei 2026 08:10 WIB
- Denpasar
RRI. CO.ID, Denpasar – Joy Putri dengan gemilang memamerkan hidup sempurna di media sosial tanpa menyadari bahwa popularitas adalah pedang bermata dua yang tajam. Sebagai beauty influencer yang ambisius, ia menargetkan siaran langsung TikTok-nya ditonton hingga 10.000 orang untuk memuaskan ego yang sulit terkendali. Namun, di balik senyuman yang difilter sempurna dan tubuh yang dulu overweight kini langsing, tersimpan trauma masa SMA yang membuatnya terus melakukan validasi semu.
Perubahan tubuhnya yang drastis dari gemuk menjadi ramping justru menjadi kutukan yang menghancurkan kehidupan yang telah ia bangun dengan susah payah. Awalnya hanya gemuruh aneh di balik kulit, tetapi lambat laun benda-benda asing muncul dari tubuhnya tanpa penjelasan medis yang masuk akal. Joy mencoba mengabaikannya demi tetap live streaming dan menjaga popularitas, tetapi teror fisik yang ia alami semakin menjadi-jadi.
Sahabatnya Dini, diperankan oleh Putri Ayudya, adalah satu-satunya orang yang menyadari bahwa ini bukan penyakit medis biasa. Dini dengan tegas meyakini bahwa Joy sedang terkena dampak buruk dari penyakit 'ain, yaitu energi negatif yang dipicu oleh rasa dengki dan iri dari orang lain. Fenomena 'ain dalam budaya Timur Tengah dipahami sebagai kutukan psikosomatis yang nyata, di mana rasa iri bisa memicu perubahan fisik yang mengerikan.
Archie Hekagery, sutradara yang dikenal dengan gaya eksploratif, berhasil menghadirkan konsep body horror tanpa setan pertama di bioskop Indonesia. Film ini tidak mengandalkan jumpscare atau hantu tradisional, melainkan teror perubahan tubuh yang begitu nyata dan membuat penonton merasa tidak nyaman. Setiap adegan transformasi fisik Joy dirancang dengan detail anatomis yang sangat mengerikan namun artistik.
Britanny Fergie tampil memukau sebagai Joy Putri membawa kerentanan dan keputusasaan dalam setiap_expresi_wajah yang mengubah emosi penonton. Ia harus menonjolkan konflik batin antara ambisi untuk tampil sempurna dan teror fisik yang menghancurkannya dari dalam. Putri Ayudya sebagai Dini memberikan keseimbangan logis, menjadi suara akal sehat di tengah kegilaan yang terjadi.
Penggunaan dua pemain utama saja bukan karena keterbatasan, melainkan pilihan artistik untuk menonjolkan kekuatan akting dan kedalaman psikologis karakter. Archie Hekagery berkata: "Kuncinya harus dari pemainnya dulu, kalau pemainnya kuat, filmnya juga kuat". Pendekatan ini membuat Ain menjadi film horor yang fokus pada karakter, bukan sekadar efek spesial yang mengesankan.
Film Ain resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 7 Mei 2026 setelah penayangan perdana pada 29 April 2026. Dengan durasi 1 jam 50 menit, film ini menawarkan pengalaman horor yang berbeda dan akan membuat penonton trauma akan hideout di balik kehidupan glamour media sosial. Horror tanpa setan ini menargetkan usia 17+ karena konten body horror yang intens dan psikologis yang berat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....