Bukan Sekadar Penyanyi, Ini Sisi Lain Agung Wirasutha yang Jarang Diketahui

  • 06 Mei 2026 08:08 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Bagi penggemar musik Pop Bali, nama Agung Wirasutha, tentunya sudah tidak asing lagi. Penyanyi serta pencipta lagu kelahiran Tabanan pada tanggal 24 Mei 1973 ini telah menciptakan berbagai album serta single yang mewarnai blantika musik Bali.

Beberapa karya Wirasutha antara lain, Mini Album Indonesia 'Anugrah' pada tahun 2012, Lagu 'Taluh Semuuk', 'Tresna Sebates di Keneh', Album 'Matekep Botol', 'Tresna Garang Kuluk', lalu single 'Goyang Linggis' pada tahun 2016, dan beberapa album kompilasi pop Bali. Ia juga merupakan peraih tujuh besar Golden Memories Indosiar pada tahun 2017 dan pada tahun 2018 ia ditunjuk sebagai Panelis Liga Dangdut Indonesia.

Ketika menjadi bintang tamu dalam program Ngospek Pro 4 RRI Denpasar, Minggu, 3 Mei 2026, pria yang memiliki nama asli I Gusti Agung Ketut Wira Sutha tersebut berbagi pengalaman mulai dari awal berkarya hingga merilis single terbarunya. Agung mengungkapkan bahwa ketertarikannya di dunia musik bermula mengawali karir musiknya dengan mengikuti berbagai ajang lomba musik, baik lomba di daerah hingga Nasional.

“Beranjak dari dunia lomba itu, di tahun 2000 saya mengikuti Pemilihan Bintang Pop Bali yang diadakan di Pesta Kesenian Bali dan saya menjadi juara I dan berhak masuk dapur rekaman," ujarnya Dia menambahkan bahwa hal tersebut menjadi awal mulanya masuk ke belantika musik pop Bali

Seiring waktu, ia mulai berani menciptakan karya sendiri yang terinspirasi dari pengalaman pribadi sehari-hari, karena menurutnya cerita pribadi membuat lagu terasa lebih hidup dan mudah diterima pendengar. “Cerita yang kita alami sendiri biasanya lebih mudah disampaikan dan lebih terasa maknanya,” katanya.

Dalam perjalanan kariernya, di awal tahun 2026 ini, Agung Agung Wirasutha merilis dua single terbaru, 'Goyang Asmara' (Januari 2026) yang merupakan karya dari Gus Babah dengan aransemen Oji Bray, bernuansa koplo energik dan 'Charger (Calon Hati Kurenan Cager)' (April 2026) yang merupakan karyanya sendiri dan diaransemen oleh I Ketut Sila (Silahome Studio) dengan ceria dengan tema keberanian mengungkapkan perasaan. Kedua lagu ini kini tersedia di berbagai platform streaming digital seperti Apple Music dan Spotify.

Menurutnya, keberanian mencoba berbagai genre menjadi salah satu kunci untuk berkembang di industri musik. Hal tersebut juga membawanya meraih prestasi dalam ajang seni dan membuka peluang rekaman.

Agung menilai perkembangan media sosial memberikan dampak besar bagi musisi muda saat ini. “Sekarang peluang terbuka lebar karena media sosial bisa menjadi jembatan untuk dikenal lebih luas,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam berkarya tanpa terlalu memikirkan hasil akhir. Menurutnya, sebuah karya bisa saja populer di waktu yang tidak terduga.

Dalam perbincangan tersebut, Agung mengaku tengah mempersiapkan karya berikutnya setelah single perdananya dirilis. Ia menyebut proses kreatif terus berjalan sebagai bentuk komitmen di dunia musik.

Selain sebagai penyanyi, Agung juga memiliki peran lain sebagai penyuluh yang tetap ia jalankan secara seimbang. Ia berharap karya-karyanya tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan positif bagi masyarakat.

Menutup perbincangan, Agung mengajak generasi muda untuk berani berkarya dan memanfaatkan peluang yang ada. Ia optimistis musik Bali akan terus berkembang dengan hadirnya talenta-talenta baru yang kreatif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....