Terjebak dalam Pikiran, Bertahan lewat “Nafas”

  • 25 Apr 2026 20:16 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Di tengah hidup yang terus berjalan, tidak semua luka terlihat jelas. Sebagian hadir diam-diam, tumbuh dari pengalaman masa lalu, lalu menetap dalam cara kita berpikir dan merespons dunia. Lewat lagu berjudul “Nafas”, Hindia bersama Dipha Barus menghadirkan potret tentang lelah yang sering kali tidak bisa dijelaskan, hanya dirasakan.

Lagu ini terasa dekat karena tidak berbicara tentang tragedi besar, melainkan hal yang lebih sunyi. Pikiran yang terus berulang, perasaan yang menumpuk, dan overthinking membuat seseorang seperti terjebak di dalam kepalanya sendiri. Tubuh tetap menjalani hari, tapi di dalam kepala, semuanya terasa penuh dan tidak pernah benar-benar selesai.

Pendekatan musik yang repetitif menjadi cerminan dari kondisi itu. Hidup berjalan dalam pola yang sama, pikiran berputar di tempat yang sama. Dalam situasi seperti ini, “nafas” menjadi hal paling sederhana sekaligus paling penting, tanda bahwa seseorang masih bertahan, meski perlahan.

Lebih jauh, “Nafas” juga menyentuh bagaimana luka bisa diwariskan antar generasi. Tanpa disadari, cara kita merasa dan berpikir sering kali adalah hasil dari apa yang kita terima sebelumnya. Namun, kesadaran akan hal ini membuka kemungkinan bahwa siklus tersebut bisa dipahami, bahkan dihentikan.

Pada akhirnya, “Nafas” tidak menawarkan solusi instan. Ia hanya mengingatkan bahwa di tengah pikiran yang riuh, mengambil jeda dan kembali bernapas adalah bentuk bertahan yang paling jujur. Dan untuk hari ini, itu saja mungkin sudah cukup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....