Sejarah dan Perkembangan Alat Musik Dol di Indonesia

  • 22 Apr 2026 11:50 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Dol adalah alat musik pukul berbentuk drum berkepala ganda yang berasal dari kawasan Asia Selatan, terutama di wilayah India dan sekitarnya. Alat musik ini dikenal luas di berbagai daerah dengan nama dan bentuk yang sedikit berbeda. Di Indonesia, dol cukup dikenal di kalangan masyarakat keturunan Asia Selatan, khususnya di Sumatra seperti Bengkulu dan Sumatra Utara. Biasanya, dol dimainkan dalam berbagai acara budaya, termasuk perayaan dan arak-arakan, seperti prosesi pernikahan tradisional India. Dilansir dari id.wikipedia.org

Istilah “dol” sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yang merujuk pada alat musik drum. Orang yang memainkan dol disebut “dholi”. Seiring waktu, alat musik ini tidak hanya menjadi bagian dari budaya di negara asalnya, tetapi juga berkembang di komunitas diaspora Asia Selatan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kehadirannya menjadi simbol keterhubungan budaya dengan leluhur mereka.

Di Indonesia, khususnya di Bengkulu, dol memiliki peran penting dalam tradisi lokal. Alat musik ini diperkenalkan melalui migrasi masyarakat Asia Selatan ke wilayah Sumatra. Hingga kini, dol menjadi bagian dari pertunjukan budaya, salah satunya dalam perayaan Tabot yang berlangsung setiap awal bulan Muharram. Dalam pertunjukan tersebut, dol dimainkan bersama alat musik lain seperti tasa, cimbal, dan suling, menciptakan irama khas yang kuat dan meriah.

Dol biasanya dibuat dari bahan alami seperti kayu atau bonggol kelapa yang dilubangi, kemudian ditutup dengan kulit hewan seperti sapi atau kambing. Proses pembuatannya cukup panjang, mulai dari pengeringan hingga pemasangan kulit dan rotan sebagai pengikat. Dalam permainannya, terdapat beberapa pola ritme seperti suwena, suwari, dan tamatam, yang masing-masing digunakan sesuai suasana, mulai dari nuansa sedih hingga penuh semangat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....