Meta Kembangkan AI Mark Zuckerberg

  • 21 Apr 2026 15:35 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, California - Dilansir dari Engadget, Meta sedang mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang menyerupai sosok CEO mereka, Mark Zuckerberg. Teknologi ini dibuat agar bisa “menggantikan” kehadiran Zuckerberg dalam memberi arahan kepada karyawan saat ia tidak bisa hadir langsung.

AI ini dilatih menggunakan data seperti cara bicara, gaya komunikasi, hingga pernyataan publik Zuckerberg tentang arah perusahaan Meta. Dengan begitu, sistem ini diharapkan bisa meniru cara berpikir dan memberi saran layaknya sang CEO.

Dalam laporan yang dirilis, Zuckerberg disebut ikut turun tangan dalam pengembangan teknologi ini. Ia bahkan meluangkan waktu beberapa jam setiap minggu untuk mengecek dan ikut mengerjakan bagian teknisnya.

Teknologi ini menggunakan data gambar dan suara berkualitas tinggi agar hasilnya terlihat dan terdengar sangat mirip dengan aslinya. Ke depannya, Meta juga ingin teknologi ini dipakai oleh kreator konten untuk membuat versi virtual diri mereka sendiri.

Selain itu, Meta juga sedang membuat alat AI lain yang membantu Zuckerberg mencari informasi internal dengan cepat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan agar semua karyawan semakin terbiasa menggunakan AI dalam pekerjaan sehari-hari.

Zuckerberg percaya bahwa penggunaan AI bisa membuat pekerjaan lebih efisien dan tim bisa dibuat lebih ramping. Hal ini juga berkaitan dengan rencana perusahaan untuk melakukan perubahan besar pada jumlah tenaga kerja.

Meski begitu, teknologi ini tidak mudah dikembangkan karena membutuhkan daya komputasi yang sangat besar. Beberapa sumber menyebutkan bahwa proyek ini bisa membebani sistem teknologi perusahaan.

Sebelumnya, Meta sempat mencoba membuat chatbot berbasis selebritas, tetapi proyek itu dihentikan karena banyak kritik. Kini, mereka juga merilis model AI baru bernama “Muse Sparks”, meski performanya masih dinilai kalah dibanding pesaing.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Lewat berbagai pengembangan ini, Meta berharap bisa menciptakan cara baru dalam kepemimpinan di era digital. Nantinya, karyawan mungkin akan berinteraksi langsung dengan versi digital Zuckerberg untuk mendapatkan arahan kerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....