Mengapa Banyak Orang Takut Menikah di Era Sekarang?

  • 10 Apr 2026 13:18 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Di tengah perubahan gaya hidup dan pola pikir modern, menikah yang dulu dianggap sebagai tujuan utama kini mulai dipertanyakan. Banyak orang justru merasa ragu, bahkan takut, untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Fenomena ini bukan tanpa alasan, ada berbagai faktor yang memengaruhi cara pandang generasi sekarang terhadap komitmen jangka panjang.

1. Perubahan Prioritas Hidup

Generasi saat ini cenderung lebih fokus pada pengembangan diri, karier, dan kebebasan personal. Menikah tidak lagi menjadi “keharusan”, melainkan pilihan. Hal ini membuat banyak orang menunda atau bahkan menghindari pernikahan karena merasa belum siap kehilangan ruang untuk diri sendiri.

2. Trauma dan Pengalaman Masa Lalu

Pengalaman buruk di masa lalu bisa menimbulkan ketakutan tersendiri terhadap pernikahan. Seperti perceraian orang tua, perselingkuhan, kekerasan verbal atau fisik bisa membuat seseorang takut berkomitmen serius.

3. Tekanan Finansial

Menurut World Bank, faktor ekonomi juga menjadi alasan besar. Biaya hidup yang semakin tinggi dengan gaji yang tidak seberapa, ekspektasi acara pernikahan yang tidak murah. Kekhawatiran ini sering kali berujung pada penundaan atau ketakutan untuk menikah.

4. Takut Kehilangan Kebebasan

Menikah sering kali dianggap sebagai bentuk komitmen yang membatasi kebebasan. Bagi sebagian orang, terutama yang sudah nyaman dengan kehidupan mandiri, gagasan untuk berbagi hidup dengan orang lain terasa menakutkan.

5. Kesadaran akan Kesehatan Mental

Menurut Mental Health Foundation, semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya kesehatan mental dalam hubungan. Mereka tidak ingin terburu-buru menikah tanpa kesiapan emosional. Alih-alih terjebak dalam hubungan yang tidak sehat, banyak yang memilih untuk menunggu atau tidak menikah sama sekali.

Ketakutan terhadap pernikahan di era sekarang bukanlah sesuatu yang aneh. Perubahan zaman, tekanan sosial, hingga faktor psikologis dan ekonomi semuanya berperan dalam membentuk cara pandang baru tentang pernikahan. Kini, meenikah bukan lagi soal “kapan”, tetapi tentang kesiapan baik secara mental, emosional, maupun finansial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....