Tangga Nada Pelog dalam Musik Gamelan Tradisional Indonesia
- 29 Mar 2026 22:10 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pelog adalah salah satu tangga nada utama dalam musik gamelan tradisional di Indonesia, terutama di Jawa, Bali, dan sebagian Lombok. Selain pelog, ada juga tangga nada lain yang disebut slendro. Pelog memiliki ciri khas pada jarak antar nadanya yang tidak sama, sehingga menghasilkan suara yang unik dan berbeda dibandingkan tangga nada pada musik modern.
Secara lengkap, tangga nada pelog memiliki tujuh nada. Namun, dalam praktiknya, biasanya hanya lima nada yang sering digunakan dalam satu lagu. Dalam tradisi musik gamelan, ketujuh nada tersebut memiliki nama khusus, yaitu bem, gulu, dada, papat, lima, nem, dan barang. Penggunaan lima nada ini membuat musik pelog terdengar lebih sederhana namun tetap khas. Dilansir dari id.wikipedia.org
Jarak antar nada dalam pelog terdiri dari dua jenis, yaitu jarak pendek dan jarak panjang. Perbedaan jarak ini membuat bunyi yang dihasilkan terasa tidak rata seperti tangga nada diatonis pada musik Barat. Karena itu, pelog memiliki warna suara yang khas dan sering digunakan untuk menciptakan suasana tertentu dalam musik tradisional.
Jika dibandingkan dengan tangga nada diatonis, pelog memiliki kemiripan dengan tangga nada mayor, tetapi tidak sepenuhnya sama. Dalam pelog, ada beberapa nada yang lebih sering digunakan, sementara nada lainnya hanya dipakai sebagai pelengkap dalam lagu tertentu. Hal inilah yang membuat musik gamelan dengan tangga nada pelog terdengar unik dan berbeda dari musik lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....