Geundrang Alat Musik Tradisional Khas Aceh dan Fungsinya

  • 24 Mar 2026 19:35 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Geundrang adalah alat musik tradisional yang berasal dari Aceh dan banyak ditemukan di daerah seperti Aceh Besar, Pidie, dan Aceh Utara. Bentuknya menyerupai tabung atau silinder dengan panjang sekitar 40–50 cm dan diameter 18–20 cm. Alat musik ini biasanya terbuat dari kayu nangka, kulit kambing atau sapi, serta rotan. Di kedua ujungnya terdapat kerincing yang akan berbunyi saat geundrang dipukul, bahkan suaranya bisa terdengar hingga jarak beberapa kilometer. Dilansir dari id.wikipedia.org

Dalam musik tradisional Aceh, geundrang berfungsi sebagai pengatur tempo atau irama. Alat ini sering dimainkan bersama alat musik lain seperti serune kalee dan rapai. Ketiganya sudah digunakan sejak masa Kesultanan Aceh dan masih menjadi bagian penting dalam pertunjukan seni budaya Aceh hingga sekarang.

Proses pembuatan geundrang dimulai dengan melubangi kayu berbentuk silinder hingga membentuk rongga di dalamnya. Kedua ujung kayu dibuat sedikit lebih kecil dari bagian tengah. Kulit yang sudah dipasang pada rangka rotan kemudian dipasang pada kedua ujung kayu dan diikat menggunakan tali agar kuat. Selain itu, dibuat juga tongkat pemukul dari kayu yang digunakan untuk memainkan alat ini.

Cara memainkan geundrang cukup beragam. Alat ini bisa dimainkan sambil duduk, berdiri, atau disandang. Pemain memukulnya dengan stik di tangan kanan untuk menghasilkan bunyi tertentu, sedangkan tangan kiri digunakan untuk menghasilkan suara bass. Variasi bunyi dihasilkan dari bagian yang dipukul, termasuk suara khas kerincing yang muncul dari bagian ujung alat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....