Sejarah dan Perkembangan Rebana dalam Budaya Melayu
- 24 Mar 2026 19:31 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Rebana adalah alat musik tradisional yang berasal dari budaya Melayu dan digunakan di berbagai negara seperti Malaysia, Indonesia, Singapura, Brunei, dan Thailand. Alat musik ini sering dimainkan bersama gambus untuk mengiringi tarian zapin, sehingga menjadi bagian penting dalam pertunjukan seni tradisional di kawasan tersebut. Dilansir dari id.wikipedia.org
Sejarah rebana berkaitan dengan pengaruh budaya Timur Tengah yang masuk ke Nusantara sejak berabad-abad lalu. Alat musik ini mulai berkembang sekitar abad ke-13. Nama “rebana” dipercaya berasal dari bahasa Arab yang memiliki makna simbolis dalam ajaran Islam. Masuknya Islam melalui para pedagang Arab juga membawa pengaruh besar terhadap budaya lokal, termasuk dalam penggunaan rebana oleh masyarakat, seperti di Betawi.
Dalam pembuatannya, rebana menggunakan bahan-bahan alami seperti kayu nangka atau kayu kelapa untuk rangkanya, serta kulit kambing sebagai bagian yang dipukul. Bagian-bagian tersebut diikat menggunakan rotan atau kawat agar kuat dan menghasilkan suara yang baik. Awalnya rebana dibuat sederhana tanpa hiasan, namun seiring waktu mulai diberi warna dan dekorasi agar terlihat lebih menarik.
Struktur rebana memiliki beberapa bagian dengan nama khusus di daerah tertentu, misalnya di Lombok. Badan kayunya disebut batang rebana, rotan pengencangnya disebut sidaq, bagian lingkar bawah disebut lengkeh, dan paku penguatnya dikenal sebagai pasek. Setiap bagian ini memiliki fungsi penting agar rebana dapat digunakan dengan baik dan menghasilkan bunyi yang khas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....