Garantung Alat Musik Tradisional Batak Kaya Nada

  • 24 Mar 2026 17:58 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Garantung (dibaca: garattung) adalah alat musik tradisional dari suku Batak Toba dan Batak Simalungun. Alat ini terbuat dari kayu dan memiliki lima hingga tujuh bilah yang menghasilkan nada berbeda, sehingga termasuk dalam keluarga xilofon. Dahulu, garantung juga dikenal oleh masyarakat Batak Karo. Dalam pertunjukan musik tradisional, alat ini biasanya dimainkan bersama instrumen lain seperti hasapi, sarune, suling, dan taganing dalam kelompok musik gondang hasapi. Dilansir dari id.wikipedia.org

Fungsi garantung tidak hanya sebagai pembawa melodi, tetapi juga sebagai pengatur ritme dalam lagu tertentu. Cara memainkannya adalah dengan memukul bilah menggunakan dua tangan, di mana tangan kanan memainkan sebagian besar nada, sementara tangan kiri membantu ritme sekaligus melodi. Selain digunakan untuk hiburan saat bersantai di sawah atau ladang, garantung juga memiliki peran penting dalam upacara adat, sebagai bagian dari musik yang dipercaya dapat menjadi perantara antara manusia dan Sang Pencipta.

Secara fisik, garantung terdiri dari beberapa bilah kayu yang digantung di atas sebuah kotak yang berfungsi sebagai penguat suara (resonator). Setiap bilah memiliki ukuran berbeda, sehingga menghasilkan nada yang beragam dari rendah hingga tinggi. Perbedaan ukuran inilah yang membuat garantung mampu memainkan tangga nada lengkap dalam sebuah lagu.

Pembuatan garantung dilakukan dengan memilih jenis kayu tertentu yang kuat dan memiliki kualitas suara baik. Kayu kemudian dipotong menjadi beberapa bilah, dibentuk, dan diberi lubang untuk dipasang dengan tali agar dapat digantung. Saat dimainkan, garantung bisa dimainkan sendiri atau bersama alat musik lain. Pemain menggunakan dua stik untuk memukul bilah, dan keterampilan mereka biasanya dinilai dari kemampuan memainkan berbagai jenis lagu tradisional (gual) dengan baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....