Pengertian Tangga Nada Minor dan Ciri-Cirinya

  • 24 Mar 2026 17:42 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Tangga nada minor adalah salah satu jenis tangga nada diatonik dalam teori musik yang terdiri dari tujuh nada. Urutan jarak antar nadanya mengikuti pola 1, ½, 1, 1, ½, 1, 1. Jika dituliskan dalam derajat skala, susunannya adalah 1, 2, ♭3, 4, 5, ♭6, dan ♭7. Contoh yang paling umum adalah tangga nada A minor, yaitu A, B, C, D, E, F, G, dan kembali ke A.

Dalam konsep musik, tangga nada minor dapat dipahami sebagai mode keenam dari tangga nada mayor. Dibandingkan dengan tangga nada mayor, tangga nada minor biasanya memberikan kesan suara yang lebih sendu atau melankolis, terutama dalam musik Barat. Namun, penggunaannya tidak terbatas pada suasana sedih saja.

Ciri khas tangga nada minor antara lain sering digunakan untuk menggambarkan suasana sedih, haru, atau penuh perenungan. Meski begitu, tangga nada ini juga bisa menciptakan nuansa romantis, rindu, bahkan megah. Selain itu, pola intervalnya tetap konsisten seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dan dalam praktiknya, melodi sering diakhiri pada nada “la” jika menggunakan acuan do = C.

Tangga nada minor memiliki tanda mula yang sama dengan tangga nada mayor yang menjadi pasangannya, yang disebut sebagai tangga nada relatif. Misalnya, C mayor dan A minor memiliki tanda mula yang sama. Untuk menemukan pasangan mayor dari tangga nada minor, kita dapat menaikkan nada dasarnya sejauh satu setengah nada (interval terts minor). Contohnya, jika G mayor memiliki satu tanda kres, maka pasangan minornya, yaitu E minor, juga memiliki satu tanda kres yang sama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....