Film Na Willa, Gang Surabaya Jadi Dunia Ajaib Kecil

  • 17 Mar 2026 09:09 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Na Willa adalah film bioskop Indonesia bergenre drama keluarga anak-anak nostalgia rating SU (Semua Umur) cocok ditonton bareng keluarga Lebaran, disutradarai Ryan Adriandhy pencipta Jumbo yang paham imajinasi bocah. Durasi 95 menit ringan hangat, tayang mulai 18 Maret 2026 di Cinema XXI, CGV, Cinepolis nasional. Dibintangi Luisa Adreena sebagai Na Willa gadis 6 tahun polos, Irma Rihi sebagai Mak ibu penyayang, Junior Liem sebagai Pak ayah nelayan, plus geng kecil Farida, Dul, Bud pemeran pendatang baru ceria.

Di gang sempit Surabaya era 1960-an, Na Willa yakin dunia kecilnya paling sempurna: lagu radio terasa hidup nyanyi bareng, kios langganan sembunyikan permen rahasia, setiap sudut jadi panggung petualangan bareng geng Krembangan – Dul si petualang, Farida si pintar, Bud si lucu. Tiap pagi Willa lari kaki telanjang kebang bareng teman, buat benteng dari kardus, pura-pura jadi bajak laut atau putri kerajaan – kehidupan sederhana terasa magis tanpa akhir. Tapi dunia indah itu pelan berubah tanpa permisi.

Kecelakaan Dul sahabat terbaik hancurkan keseimbangan: kini teman-teman masuk TK formal satu-satu, tinggalkan Willa main sendiri di gang sepi. Willa sedih campur ngambek – kenapa harus sekolah penuh aturan? Kenapa nggak boleh main bebas lagi? Mak dan Pak sibuk kerja laut pasar, Willa mulai rasain sepi pertama kali. Gang yang dulu ramai tawa kini cuma echo suara angin, kios langganan tutup sementara, radio seakan diam seram.

Dari situ Willa ambil langkah besar: ikut masuk TK biar bareng teman lagi, harap dunia lama kembali normal. Tapi TK justru dunia asing: guru tegas, bangku rapi, aturan "diam dan duduk", teman baru cuek. Willa bingung nangis diam-diam – kenapa keajaiban gang hilang di sini? Kenapa harus nurut terus? Ia mulai belajar pelan bahwa tumbuh dewasa artinya berdamai dengan perubahan, kehilangan sedikit demi dapat yang baru.

Konflik kecil tapi ngena: Willa bohong kecil ke Mak soal Dul, kaki rasanya penuh kerikil berat seperti nasihat Mak "bohong bikin langkah susah". Ia bertengkar ringan sama Farida soal mainan, belajar minta maaf pertama kali. Petualangan geng Krembangan lanjut meski beda: kini campur dunia gang dan TK, buat benteng dari kardus bekas di halaman sekolah, bagi permen diam-diam pas istirahat.

Puncak emosional datang saat Willa sadar Dul tak pulih cepat, tapi sahabat itu ajarin arti kesetiaan – janji kunjungi rumah sakit bareng, bagi cerita petualangan biar Dul kuat lagi. Mak kasih pelajaran hidup sederhana: "Keajaiban nggak hilang Willa, cuma pindah tempat dan bentuknya beda". Willa mulai lihat TK bukan musuh, tapi tambahan dunia baru penuh teman lain.

Akhir manis tutup nostalgia: Willa dewasa kecil paham tumbuh itu alami, gang tetap rumah tapi TK jadi petualangan baru, geng Krembangan tambah kuat meski berubah. Film ajarin anak dewasa bahwa masa kecil abadi di hati, perubahan bukan akhir tapi bab baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....