Fenomena Equinox Samakan Durasi Siang dan Malam
- 04 Mar 2026 12:15 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Setiap tahun, dunia mengalami fenomena astronomi yang dikenal sebagai equinox. Peristiwa ini umumnya terjadi pada bulan Maret dan menjadi salah satu bagian dari siklus pergerakan Matahari terhadap Bumi.
Equinox terjadi ketika Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa. Pada kondisi tersebut, durasi siang dan malam di hampir seluruh wilayah Bumi menjadi hampir sama panjang.
Dilansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena ini biasanya terjadi sekitar tanggal 20 atau 21 Maret. Peristiwa tersebut merupakan bagian dari pergerakan semu tahunan Matahari.
Equinox juga memiliki kaitan dengan perubahan musim di berbagai wilayah dunia. Di belahan Bumi utara, peristiwa ini menandai awal musim semi.
Sebaliknya, di belahan Bumi selatan, equinox menandai dimulainya musim gugur. Perubahan ini dipengaruhi oleh kemiringan sumbu Bumi saat mengelilingi Matahari.
Di wilayah yang berada dekat dengan garis khatulistiwa, termasuk Indonesia, equinox tidak menyebabkan perubahan musim yang signifikan. Namun posisi Matahari dapat berada hampir tepat di atas kepala saat siang hari.
Fenomena equinox menjadi salah satu contoh bagaimana pergerakan Bumi dan Matahari memengaruhi kondisi alam yang terjadi secara teratur setiap tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....