Film The Bride : Pengantin Monster Bangkit Lawan Cinta Palsu
- 04 Mar 2026 09:45 WIB
- Denpasar
RRI. CO.ID, Denpasar – Malam Chicago 1930-an diselimuti kabut tebal, di mana bayang gedung Art Deco menari dengan kilat petir liar. Frankenstein, monster kesepian berjahit kulit pucat, tiba dengan luka hati yang menganga, mencari Dr. Euphronius di lab bawah tanah berbau listrik ozon. Ia mohon ciptakan pendamping, bukan boneka patuh tapi sahabat sejati untuk redakan dinginnya jiwa abadi.
Petir menyambar, listrik mengalir ganas, menghidupkan The Bride dari jasad perempuan muda tak bernama yang tergeletak dingin. Jessie Buckley wujudkan dia sempurna: rambut hitam panjang bergelombang, jahitan leher halus, mata hijau menyala penuh api pemberontak. Bukan patuh diam, ia bangun dengan raungan amarah, tolak Frankenstein sebagai tuan tapi tuntut kebebasan diri sendiri.
Romansa mereka meledak seperti bom, bukan cinta manis tapi badai gejolak—cium leher berjahitan di gang sempit, tarian liar di klub jazz bawah tanah. Tapi Bride tolak jadi milik, ia kabur ke jalanan Chicago, picu kerusuhan sosial radikal di mana pekerja miskin lihat dia simbol pemberontakan. Polisi kejar mereka, anggap monster lahir dari dosa ilmuwan gila.
Dr. Euphronius (Annette Bening) gelisah, ciptaannya lepas kendali seperti sungai deras banjiri bendungan. Frankenstein (Christian Bale) kejar Bride, campur cinta buta dan rasa memiliki, tapi ia belajar pahit: cinta tak diciptakan listrik. Bride gabung gerakan buruh liar, pidato membakar semangat di gudang kumuh, ubah wajah kota jadi medan perang ide.
Konflik memuncak di laboratorium hujan deras, petir lagi-lagi jadi saksi saat Bride hadapi penciptanya. Plot twist menusuk: Frankenstein bukan korban kesepian semata, tapi bagian dari elit rakus yang ciptakan dia demi kuasa. Bride pilih jalannya sendiri, romansa berubah duel filosofis tentang identitas—siapa pemilik jiwa yang lahir dari petir?
Ledakan akhir hancurkan lab, api menjilat jahitan mereka, tapi Bride selamat sebagai simbol baru. Ia kabur ke malam, tinggalkan Frankenstein renungkan dosa ciptaan. Film ini bukan horor biasa, tapi puisi gelap tentang otonomi, cinta radikal, dan monster dalam diri manusia modern.
Detail Lengkap Film:
- Genre: Horor Gothic, Drama Romansa, Thriller Sosialid
- Tanggal Tayang: 4-6 Maret 2026 (sedang tayang di bioskop Indonesia)
- Tempat Tayang: Cinema XXI, CGV, Cinépolis seluruh Indonesia
- Durasi: 126 menit
- Sutradara: Maggie Gyllenhaa
- Rating Umur: 17+ (kekerasan grafis, tema dewasa, bahasa kasar)
- Sinopsis Singkat: Frankenstein ciptakan Bride di Chicago 1930-an; ia bangkit pemberontak picu romansa liar, buronan polisi, gerakan sosial radikal, klimaks duel identitas hancurkan lab ungkap kuasa palsu cinta ciptaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....