Sepi Diam-Diam Bikin Kita Lapar Validasi
- 27 Feb 2026 12:58 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Kesepian pada masa kini tidak selalu hadir dalam bentuk ruang yang sunyi. Ia justru kerap muncul di tengah ramainya notifikasi dan koneksi digital. Meski selalu terhubung, tidak sedikit orang tetap merasa tidak benar-benar diperhatikan.
Survei Cigna di Amerika Serikat bahkan menunjukkan bahwa generasi yang paling terkoneksi secara digital melaporkan tingkat kesepian yang tinggi. Hal ini menegaskan bahwa koneksi internet yang kuat tidak selalu sejalan dengan kedekatan emosional.
Media sosial kemudian menjadi sarana cepat untuk mengisi kekosongan tersebut. Mengunggah konten, menunggu tanda suka, dan memantau respons perlahan menghadirkan rasa senang sesaat.
The Atlantic pernah membahas bahwa tombol “like” dapat memicu dopamin, sehingga terasa menyenangkan. Namun, rasa senang tidak selalu berarti penyembuhan yang sesungguhnya.
Di sisi lain, kesepian sering memunculkan kebutuhan untuk merasa berarti. Algoritma media sosial memahami pola ini dan mendorong konten dengan respons tinggi agar semakin terlihat. Tanpa disadari, individu belajar menampilkan diri sesuai ekspektasi audiens.
Validasi digital juga bersifat sementara. Perhatian yang ramai hari ini dapat berubah menjadi sepi esok hari. Journal of Social and Clinical Psychology mengaitkan penggunaan media sosial berlebihan dengan meningkatnya kecemasan dan kesepian.
Teknologi pada dasarnya hanyalah alat. Namun, ketika kesepian tidak dihadapi secara jujur, layar dapat menjadi bentuk pelarian yang paling mudah.
Keinginan akan validasi juga dapat memengaruhi cara seseorang menilai dirinya. Harga diri perlahan diukur dari tingkat interaksi dan respons yang diterima. Psychology Today menekankan bahwa self-worth yang bergantung pada pengakuan eksternal cenderung rapuh dan mudah terguncang.
Pada akhirnya, kesepian bukan sesuatu yang harus disamarkan, melainkan dipahami. Ia dapat menjadi sinyal bahwa kita memerlukan koneksi yang lebih mendalam, bukan sekadar lebih luas. Validasi memang memberi kenyamanan sesaat, tetapi kehadiran yang tulus jauh lebih bermakna.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....