D’TIK Fest 2026 Terapkan Waste Management
- 26 Feb 2026 20:08 WIB
- Denpasar
DENPASAR, RRI.CO.ID, Denpasar – Pemerintah Kota Denpasar menegaskan komitmennya menerapkan sistem pengelolaan sampah (waste management) dalam pelaksanaan D’TIK Festival 2026. Event tahunan ini ditargetkan tidak menghasilkan sampah yang keluar dari area kegiatan.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menekankan bahwa setiap kegiatan berskala besar di Kota Denpasar harus menerapkan pola pengelolaan sampah yang ketat. “Skala besar kegiatan-kegiatan yang kita selenggarakan di Kota Denpasar ini, nol persen sampah yang keluar dari festival atau kegiatan tersebut,” tegasnya saat konferensi pers Puncak HUT ke-238 Kota Denpasar dan D’TIK Festival 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Kamis 26 Februari 2026.
D’TIK Festival 2026 akan berlangsung pada 27 Februari hingga 1 Maret 2026. Dalam pelaksanaannya, Pemkot Denpasar menggandeng komunitas lingkungan, seperti Komunitas Eling Ring Pertiwi, serta melibatkan relawan untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal.
Berdasarkan hasil survei, sebanyak 30 persen warga Kota Denpasar telah memiliki kesadaran melakukan pemilahan sampah. Hal ini dinilai menjadi modal awal yang baik untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah secara masif.
“Kegiatan atau pola-pola seperti ini yang akan kita selenggarakan sehingga pergerakan masyarakat terkait bagaimana kita mengelola sampah bisa berjalan dengan baik dan masif,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Koordinator Komunitas Eling Ring Pertiwi, Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada meyakini pengelolaan sampah pada D’TIK Fest 2026 akan berhasil. Optimisme tersebut berkaca pada keberhasilan pengelolaan sampah saat Denfest yang menerapkan konsep zero waste to TPA.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran dari sumbernya. Pada D’TIK Fest 2026, konsep penanganan sampah akan mengadopsi pola serupa dengan Denfest ke-18.
Dengan estimasi kunjungan mencapai 15 ribu orang, pihaknya menyiapkan dua sistem utama, yakni waste department sebagai pusat informasi di Youth Park dan enam station dengan tujuh kategori pemilahan sampah. Selain itu, disiapkan 15 teba modern untuk menampung sampah organik.
“Dengan estimasi 15 ribu pengunjung, 15 teba modern ini seharusnya mencukupi untuk menangani sampah organik selama event,” jelasnya.
Selama pelaksanaan festival, sebanyak 196 relawan akan diterjunkan untuk mendukung pengelolaan sampah. Dengan kolaborasi seluruh pihak, penanganan sampah selama D’TIK Festival 2026 diyakini dapat terlaksana secara optimal serta mendukung terwujudnya Denpasar yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....