Film Surat untuk Masa Mudaku: Perjalanan Emosional Mencari Damai dalam Diri

  • 25 Feb 2026 16:52 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Film Surat untuk Masa Mudaku menghadirkan kisah yang menyentuh tentang seseorang yang belum sepenuhnya berdamai dengan masa lalunya. Cerita berpusat pada tokoh Kefas, seorang ayah yang tampak baik-baik saja di luar, tetapi sebenarnya menyimpan luka batin yang belum selesai. Film ini mengajak penonton memahami bahwa kenangan lama bisa terus memengaruhi kehidupan seseorang di masa kini.

Kefas yang diperankan oleh Fendy Chow mengalami serangan kecemasan saat momen penting bersama keluarganya. Kejadian itu membuatnya menyadari bahwa ada masalah dalam dirinya yang belum terselesaikan. Ia kemudian dihadapkan pada situasi yang mengharuskan untuk kembali ke panti asuhan tempat ia dibesarkan, tempat yang menyimpan banyak kenangan pahit sekaligus berharga.

Di panti asuhan tersebut, penonton diajak melihat kilas balik masa kecil Kefas. Ia digambarkan sebagai anak yang keras dan tertutup karena trauma kehilangan orang terdekat. Namun di balik sikapnya, ia juga sosok yang peduli dan ingin melindungi teman-temannya. Dari sinilah terlihat bahwa luka masa lalu membentuk kepribadiannya hingga dewasa.

Sutradara Sim F menggunakan perbedaan warna gambar untuk membedakan masa lalu dan masa kini. Adegan masa lalu terasa lebih hangat, sementara masa kini terlihat lebih dingin. Cara ini membantu penonton memahami suasana hati Kefas yang masih terjebak di antara kenangan dan kenyataan.

Secara keseluruhan, film ini menyampaikan pesan sederhana namun dalam. Setiap orang memiliki luka, tetapi luka itu bisa dibersihkan jika berani menghadapinya. Masa lalu memang tidak bisa diubah, tetapi seseorang tetap bisa belajar dan melangkah lebih baik ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....