Sejarah dan Fungsi Maraka dalam Tradisi Musik
- 25 Feb 2026 09:22 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Maraka adalah alat musik perkusi yang sudah ada sejak masa pra-Kolombia. Alat ini digunakan oleh masyarakat adat di Amerika Selatan dan Karibia untuk keperluan upacara dan komunikasi. Beberapa catatan sejarah menyebutkan bahwa maraka dipakai oleh kelompok seperti Arawak dan Taíno.
Pada abad ke-18, seorang misionaris bernama José Gumilla juga menulis tentang penggunaan maraka oleh masyarakat di wilayah Orinoko. Selain sebagai alat musik, maraka juga memiliki peran penting dalam tradisi spiritual berbagai suku.
Dilansir dari en.wikipedia.or secara tradisional, maraka dibuat dari buah labu yang dikeringkan dan diberi pegangan. Di dalamnya diisi dengan biji-bijian atau kerikil kecil agar menghasilkan bunyi saat digoyangkan.
Saat ini, maraka juga dibuat dari kayu, kulit, atau plastik. Bentuk dan bahan pembuatnya bisa berbeda-beda tergantung daerah, dan perbedaan tersebut memengaruhi warna serta kerasnya suara yang dihasilkan.
| Baca juga: Mengenal Foy Doa Alat Musik Flores |
Maraka dimainkan dengan cara digoyangkan sehingga isi di dalamnya membentur dinding cangkang dan menghasilkan bunyi ritmis. Alat ini sering berfungsi sebagai pengatur irama dalam berbagai jenis musik.
Di Amerika Latin, maraka banyak digunakan dalam genre seperti son cubano, salsa, dan bomba. Ada gaya musik yang memakai satu maraka saja, tetapi ada juga yang memainkannya secara berpasangan.
Selain untuk musik, maraka juga dianggap sebagai benda sakral dalam beberapa tradisi adat dan Afro-Brasil. Alat ini digunakan dalam ritual untuk memanggil roh leluhur atau dalam praktik penyembuhan tradisional.
Dalam upacara tertentu, bunyi maraka dipercaya membantu menciptakan suasana spiritual dan memperkuat makna ritual yang dijalankan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....