Mengenal Darbuka Alat Musik Perkusi Tradisional Timur
- 25 Feb 2026 08:31 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Darbuka adalah alat musik perkusi berbentuk seperti piala atau kendi dengan satu sisi membran (kulit atau bahan sintetis). Alat ini dikenal dengan berbagai nama, seperti doumbek atau dumbek.
Darbuka banyak digunakan dalam musik tradisional Mesir dan sering dianggap sebagai bagian penting dari musik rakyat setempat, termasuk musik shaabi. Selain di Mesir, darbuka juga populer di kawasan Asia Barat, Afrika Utara, Asia Selatan, hingga Eropa Timur.
Dilansir dari id.wikipedia.org, Nama “darbuka” diduga berasal dari kata Arab daraba yang berarti “memukul”. Alat musik ini telah dikenal sejak ribuan tahun lalu dan digunakan dalam kebudayaan kuno di wilayah Mesopotamia dan Mesir.
Bentuk drum serupa juga ditemukan dalam peradaban Babilonia dan Sumeria. Seiring waktu, darbuka berkembang dan menyebar ke berbagai daerah dengan ciri khas masing-masing.
Secara umum, ada dua gaya utama darbuka, yaitu gaya Mesir dan gaya Turki. Darbuka gaya Mesir memiliki tepi yang lebih membulat, sedangkan gaya Turki memiliki tepi yang lebih terbuka sehingga memungkinkan teknik permainan jari yang lebih beragam. Alat ini biasanya dimainkan dengan cara dijepit di bawah lengan atau diletakkan di atas paha saat duduk. Ada juga darbuka yang dilengkapi tali agar bisa dimainkan sambil berdiri.
Darbuka menghasilkan tiga bunyi dasar. Pertama adalah “dum”, yaitu suara bass yang dihasilkan dengan memukul bagian tengah membran. Kedua adalah “tak”, suara bernada tinggi yang dipukul di bagian tepi. Ketiga adalah “pak” atau “sak”, yaitu suara tertutup yang dihasilkan dengan menahan getaran membran. Selain itu, ada berbagai teknik tambahan seperti roll dan slap untuk memperkaya irama, sehingga darbuka mampu menghasilkan ritme yang dinamis dan menarik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....