Lima Anime Isekai yang Layak Mendapatkan Season 2
- 10 Feb 2026 13:06 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Di tengah derasnya arus anime isekai yang terus bermunculan setiap musim, industri animasi Jepang menyimpan sebuah ironi. Beberapa judul paling berani, paling unik, dan paling berpengaruh justru berhenti hanya dalam satu musim.
Bukan karena ceritanya telah selesai, melainkan karena faktor industri, waktu rilis, hingga keputusan produksi yang kerap tidak sejalan dengan minat penonton. Padahal, secara cerita dan tema, anime-anime ini belum mencapai titik klimaksnya.
Bahkan, sebagian besar justru berhenti tepat saat konfliknya mulai memanas. Berikut 5 anime yang bukan sekedar “belum tamat”, tetapi secara cerita, tematik, minat penonton dan segi kultural sangat layak mendapatkan season lanjutan.
1. No Game No Life (2014)

No Game No Life merupakan salah satu anime isekai paling ikonik sepanjang masa. Diproduksi oleh studio Madhouse dan disutradarai Atsuko Ishizuka, anime ini mematahkan formula isekai konvensional dengan menjadikan permainan, kecerdasan dan tipu muslihat sebagai pusat konflik, bukan kekuatan fisik atau takdir kepahlawanan.
Berpetualang di dunia Disboard yang merupakan tempat segala sengketa dan masalah ditentukan melalui permainan, membuka ruang luas bagi narasi cerita yang sarat strategi, psikologi, dan kritik sosial. Sora dan Shiro menang bukan karena mereka “terpilih”, melainkan karena memahami dan memanipulasi aturan.
Season pertamanya berhenti di titik eskalasi besar, jauh dari resolusi. Light novel karya Yuu Kamiya sendiri masih menyimpan banyak arc penting, termasuk konflik antar ras besar dan pertarungan dengan Old Deus. Melalui keberhasilan film No Game No Life: Zero (2017) membuktikan bahwa dunia Disboard masih banyak diminati dan relevan secara emosional. Di tengah populernya anime berbasis strategi saat ini, No Game No Life justru terasa lebih relevan dibanding satu dekade lalu.
2. Hai to Gensō no Grimgar (2016)

Berbeda dari isekai kebanyakan, Hai to Genso no Grimgar menolak trait umum anime isekai fantasi. Karakter-karakternya bukan pahlawan instan yang overpower, melainkan manusia rapuh yang bingung, takut, dan sering kali gagal. Dimana kegagalan dalam dunia ini bisa berakhir dengan kematian. Kematian yang meninggalkan tangisan, rasa pahit, trauma dan rasa bersalah.
Anime ini dipuji karena pendekatan realistisnya terhadap kehilangan, visual bergaya cat air yang melankolis, serta fokus pada dinamika kelompok, bukan satu tokoh utama yang overpower. Justru dalam light novel, bagian cerita setelah season pertama berkembang lebih eksistensial membahas identitas, ingatan, dan makna “pulang” itu sendiri. Dengan tren anime reflektif seperti Sousou no Frieren yang kini diterima luas, Hai to Genso no Grimgar berpotensi mendapatkan apresiasi ulang dari penonton generasi baru dan tentu saja layak mendapatkan season keduanya.
3. Cautious Hero: The Hero Is Overpowered but Overly Cautious (2019)

Pada awalnya, Cautious Hero tampak seperti parodi isekai ringan. Namun menjelang episode akhir, anime ini mengungkap lapisan cerita yang jauh lebih gelap tentang trauma, kegagalan, dan rasa bersalah yang membentuk karakter sang utama, Seiya Ryuuguuin.
Twist emosional di penghujung season pertama mengubah persepsi banyak penonton. Hubungan antara Seiya dan Ristarte masih menyimpan ruang eksplorasi, sementara light novel lanjutannya bergerak ke arah tema penebusan dan konsekuensi kosmik. Jika anime ini mendapatkan season 2, hal yang disajikan bukanlah sekedar lanjutan cerita, tetapi kesempatan untuk mengukuhkan identitas anime ini yang lebih dari anime isekai komedi pada umumnya.
4. Handyman Saitou in Another World (2023)

Saitou bukanlah pahlawan, bukan penyihir, bukan pendekar dan bukan juga makhluk overpower. Ia hanyalah seorang tukang serabutan serba bisa, namun justru dari sanalah daya tarik anime ini muncul. Handyman Saitou menawarkan narasi humanisme dalam petualangan dunia fantasi. Humornya lahir dari interaksi karakter, dari adegan yang tepat dan bukanlah sekadar lelucon kosong.
Anime ini merayakan empati, kerja keras, dan kontribusi kecil yang sering kali diremehkan. Respons penonton yang positif serta popularitas manga menjadi sinyal kuat bahwa cerita ini layak berlanjut. Season berikutnya berpotensi memperdalam karakter pendukung tanpa kehilangan kehangatan narasinya.
5. Kaminaki Sekai no Kamisama Katsudou (2023)

Anime ini memecah opini penikmat anime, ada yang menyukainya, ada yang menyebut anime ini kacau dan ada pula yang menganggapnya jenius. Namun satu hal pasti, hampir tidak ada anime lain yang serupa dan seberani anime ini.
Kaminaki Sekai no Kamisama Katsudou (KamiKatsu) berani mengkritik sistem kepercayaan, kultus, dan kekuasaan secara terang-terangan. Absurditas dalam anime ini digunakan sebagai alat refleksi sosial. Ia tidak rapi, tidak nyaman, dan tidak aman. Namun, justru di situlah kekuatan dan kelebihan dari anime ini. Dari absurditas dan keanehan yang ditampilkan melalui anime ini, muncul banyak scene dan meme ikonik. Anime ini layak mendapatkan season 2 untuk melihat eksperimen dan kebaruan apa lagi yang akan dihadirkan oleh cult anime satu ini.
Lima anime ini membuktikan bahwa kualitas, kebaruan dan minat penonton tidak selalu berbanding lurus dengan keberlanjutan produksi. Namun, di tengah tren industri yang gemar menghidupkan kembali judul lama, ada harapan bahwa lima anime tersebut bukanlah sekadar nostalgia lagi. Mereka adalah cerita yang belum selesai dan masih sangat layak untuk dilanjutkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....