Puluhan Siswa SD Antusias Belajar Gending di BBB

  • 09 Feb 2026 11:29 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Upaya pelestarian sastra dan seni tradisional Bali terus ditanamkan sejak dini. Puluhan siswa sekolah dasar tampak antusias mengikuti program malajah sambil maplalianan dalam rangka Bulan Bahasa Bali (BBB) yang digelar di Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat 06 Februari 2026.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak belajar secara langsung melantunkan gending Bali. Beragam gending, seperti sekar rare dan sekar alit, dinyanyikan bersama-sama dengan pendampingan pengajar, menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan.

Pengajar Gending yang juga akademisi Universitas Udayana, Drs. I Nyoman Duana Sutika, M.Si., mengatakan minat siswa dalam belajar gending Bali cukup tinggi. Meski demikian, ia mengakui masih banyak siswa yang belum sepenuhnya menghafal lirik-lirik gending rare yang tergolong dalam susastra tradisional Bali.

“Antusiasme anak-anak sangat baik. Namun, karena gending rare ini bagian dari sastra tradisional, tidak semuanya mudah dihafal. Di sinilah pentingnya kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Menurut Nyoman Duana, program malajah sambil maplalianan menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan kembali gending Bali kepada generasi muda. Ia menegaskan bahwa gending Bali tidak hanya sekadar lagu, tetapi juga sarat makna dan nilai filosofi yang perlu dipahami.

“Kalau dibandingkan dengan masa dulu, gending seperti Sinom atau Ginanti memang sudah tidak sepopuler sebelumnya. Namun, ini bukan kemunduran, melainkan pergeseran ke sekar rare lain yang lebih dekat dengan dunia anak-anak,” jelasnya.

Ia pun berharap dunia pendidikan, khususnya para guru, dapat lebih intensif mengajarkan gending Bali di sekolah. Menurutnya, gending Bali mengandung pesan moral yang penting sebagai tuntunan karakter sejak usia dini.

Sementara itu, Guru SD Negeri 5 Padangsambian, Margaheni, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya mengajarkan siswa bernyanyi, tetapi juga menanamkan etika dan nilai kehidupan sehari-hari.

“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berlanjut, sehingga anak-anak semakin mengenal dan mencintai budaya Bali,” harapnya.

Ia juga berharap program malajah sambil maplalianan dapat rutin dilaksanakan setiap Bulan Bahasa Bali sebagai bentuk edukasi kepada siswa. Selain itu untuk menunjang  pembelajaran macapat dan gending Bali di sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....