Tari Wiranjaya Karya yang Monumental Energik dan Dinamis

  • 06 Feb 2026 09:19 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID. Denpasar - Dilansir dari  situs Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, disbud.bulelengkab.go.id, Tari Wiranjaya adalah tarian yang berasal dari Bali Utara ( Buleleng ). Tari ini diciptakan  I Putu Sumiasa lalu dikembangkan bersama I Ketut Merdana pada tahun 1967 sebagai pesaing Tari Tarunajaya.

Tarian ini menggambarkan kegagahan putra Pandu ( Nakula Sahadewa ) yang lincah dan dinamis. Tergolong tari androginil bebancihan ( menampilkan karakter pria dan wanita) tarian ini sangat energik dan menuntut kemampuan virtuistik tinggi,sering disebut sebagai warisan seni Dauh Enjung.

Adapun sejarah terciptanya tarian wiranjaya ini sebagai respon terhadap popularitas Tari Tarunajaya ( Dangin Enjung) pada tahun 1950 an. Tarian ini menjadi ikon kebanggaan masyarakat Dauh Enjung.

Terinspirasi dari kisah Mahabarata saat Nakula dan Sahadewa belajar memanah di Pasraman Tamba Petra. Karakteristik tari ini bebancihan (androgini ) yang menampilkan kelembutan sekaligus ketegasan.

Meskipun secara popularitas pernah berada di bawah Tari Tarunajaya, Tari Wiranjaya tetap merupakan karya monumental yang energik dan dinamis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....