Biola Alat Musik Gesek Sejarah Bagian dan Fungsi

  • 30 Jan 2026 09:36 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Biola adalah alat musik dawai yang dimainkan dengan cara digesek menggunakan penggesek. Instrumen ini memiliki empat senar yang disetel dengan interval sempurna kelima, yaitu G, D, A, dan E. Senar bernada paling rendah adalah G, sedangkan senar E menghasilkan nada tertinggi. Dibandingkan dengan anggota keluarga gesek lainnya seperti viola, selo, dan kontrabas, biola memiliki jangkauan nada paling tinggi.

Dilansir dari id.wikipedia.org dalam perkembangannya, alat musik berdawai awalnya dimainkan dengan cara dipetik, seperti pada harpa tangan dari Yunani kuno. Sementara itu, alat musik gesek diperkirakan berasal dari budaya masyarakat penunggang kuda di wilayah Asia Tengah. Salah satu contohnya adalah morin khuur dari Mongolia. Alat musik ini umumnya memiliki dua senar yang terbuat dari surai kuda dan dimainkan dengan penggesek berbahan serupa. Ciri khas lainnya adalah ukiran kepala kuda pada bagian atas instrumen. Tradisi alat musik gesek dari bangsa Turkik dan Mongolia ini diyakini menjadi cikal bakal berkembangnya biola, viola, dan selo modern yang hingga kini masih menggunakan surai kuda pada bagian penggeseknya.

Secara umum, biola terdiri atas beberapa bagian utama, yaitu badan biola, leher, papan jari, jembatan, dan senar. Selain itu, terdapat pula komponen pendukung seperti pasak penyetel pada setiap senar, ekor biola sebagai penahan senar, serta pin dan tali pengikat ekor biola. Pada beberapa biola, ditambahkan penyetel halus untuk membantu penyetelan nada. Biola juga dilengkapi dengan penyangga dagu yang berfungsi memberikan kenyamanan saat dimainkan, baik yang menyatu dengan ekor biola maupun yang dipasang di sisi kiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....