Dangdut: Sejarah, Asal Usul, Ciri, dan Struktur Musik
- 29 Jan 2026 13:23 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Dangdut merupakan salah satu genre musik populer tradisional yang berkembang di Indonesia. Musik ini lahir dari perpaduan berbagai pengaruh, terutama musik Melayu, irama musik dari film-film India, serta sentuhan musik rock yang berasal dari Barat. Perpaduan unsur-unsur tersebut membentuk karakter dangdut yang khas dan mudah dikenali.
Dilansir dari id.wikipedia.org Istilah “dangdut” sendiri berasal dari bunyi khas alat musik perkusi yang digunakan, khususnya tabla yang dalam praktik dangdut sering disebut gendang. Bunyi pukulan alat tersebut menghasilkan suara “dang” dan “dut”, yang kemudian menjadi onomatope sekaligus penamaan genre musik ini.
Pada awal perkembangannya, musik dangdut dikenal dengan sebutan orkes Melayu (OM). Perubahan signifikan dalam gaya dan warna musik orkes Melayu terjadi berkat inovasi sejumlah musisi, termasuk M. Mashabi dan tokoh-tokoh lain pada masanya. Istilah dangdut mulai semakin populer ketika Rhoma Irama merilis album berjudul Dangdut pada tahun 1971, yang memperkenalkan unsur musik rock ke dalam orkes Melayu.
Penyebutan nama “dangdut” secara luas kemudian dikukuhkan oleh Putu Wijaya melalui tulisannya di majalah Tempo edisi 27 Mei 1972. Dalam tulisan tersebut, dangdut digambarkan sebagai campuran musik Melayu, irama khas India, dan nuansa Timur Tengah yang disederhanakan dalam bunyi “dang-ding-dut”. Sejak saat itu, istilah dangdut digunakan untuk menyebut bentuk musik Melayu yang mendapat pengaruh kuat dari musik India.
Secara musikal, dangdut dikenal sebagai genre yang terbuka terhadap berbagai unsur musik lain. Meski demikian, struktur dasar lagu dangdut cenderung mempertahankan pola yang sederhana dan konservatif. Mayoritas lagu dangdut menggunakan birama 4/4 dengan susunan delapan birama. Penggunaan birama 3/4 tergolong jarang dan umumnya hanya ditemukan pada beberapa lagu dangdut era 1960-an, seperti Burung Nuri dan Seroja.
Pada umumnya, bentuk dasar lagu dangdut mengikuti pola A–A–B–A, meskipun dalam praktiknya dapat mengalami variasi sesuai kebutuhan musikal dan gaya penyanyinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....