Mengenal Gitar: Sejarah, Jenis, Fungsi, dan Tala Musik

  • 29 Jan 2026 12:41 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Gitar merupakan salah satu alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik, baik menggunakan jari maupun alat bantu berupa plektrum. Dilansir dari id.wikipedia.org Istilah guitar dalam bahasa Inggris diyakini memiliki akar sejarah dari alat musik petik kuno yang berkembang di wilayah Persia sekitar 1500 SM, yang dikenal dengan nama citar atau sehtar.

Secara umum, gitar terbagi ke dalam beberapa jenis, salah satunya adalah gitar akustik. Gitar akustik memiliki badan berlubang atau hollow body yang berfungsi sebagai ruang resonansi, sehingga mampu menghasilkan suara yang cukup keras tanpa bantuan penguatan listrik. Bunyi gitar akustik berasal dari getaran senar yang merambat dari bagian nut di leher gitar hingga jembatan senar (bridge), lalu diperkuat oleh badan gitar sebagai resonator alami.

Selain gitar akustik, terdapat pula gitar listrik atau gitar elektrik. Jenis gitar ini dirancang agar suaranya dapat diperkuat secara elektronik melalui perangkat tambahan seperti amplifier. Tanpa penguatan tersebut, suara gitar listrik cenderung terdengar lemah. Salah satu komponen utama pada gitar listrik adalah pickup, yang berfungsi menangkap getaran senar dan mengubahnya menjadi sinyal listrik.

Dalam konteks teori musik, gitar termasuk instrumen transposisi. Artinya, nada yang dihasilkan gitar sebenarnya terdengar satu oktaf lebih rendah dibandingkan dengan notasi yang tertulis pada partitur atau lembaran musik.

Gitar juga memungkinkan penggunaan berbagai sistem tala atau tuning, tergantung pada kebutuhan dan preferensi pemain. Tala yang paling umum digunakan dikenal sebagai standard tuning, yaitu penyetelan senar dari nada E rendah hingga E tinggi, dengan susunan E–A–D–G–B–E yang mencakup rentang dua oktaf.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....