Bloke Core, Gaya Tribun Bola Jadi Fashion Harian

  • 28 Jan 2026 15:08 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Bloke core lagi sering muncul di timeline, tapi rasanya nggak pernah benar-benar baru. Gaya ini terlihat simpel jersey bola, jaket olahraga, jeans lurus, sepatu klasik tapi justru di situ letak pesonanya. Highsnobiety pernah menyebut bloke core sebagai estetika yang lahir dari kultur suporter Inggris, bukan dari dunia fashion itu sendiri. Opini santainya: ini gaya orang yang lebih mikirin nonton bola tepat waktu daripada mikirin outfit.

Akar bloke core bisa ditarik ke tribun stadion Inggris era 1990-an. Fans datang dengan jersey klub, track jacket, dan sepatu yang siap dipakai berdiri 90 menit. Nggak ada niat “tampil keren”, yang penting fungsional dan nyaman. The Guardian mencatat bahwa gaya suporter Inggris tumbuh dari kebutuhan, bukan pencitraan. Ironisnya, justru itu yang bikin tampilannya terasa jujur.

Masuk ke era sekarang, Gen Z menghidupkan kembali gaya ini dengan konteks baru. Jersey bola nggak lagi nunggu matchday, tapi dipakai ke kampus, nongkrong, atau sekadar ngopi sore. Dipadukan dengan jeans lurus atau cargo pants, bloke core jadi terlihat santai tapi punya karakter. Dazed menyebut tren ini sebagai bentuk “anti-fashion fashion” nggak ribet, tapi tetap sadar gaya. Jujur aja, effort-nya kelihatan minimal, tapi hasilnya maksimal.

Musik juga punya peran penting di sini. Dari Britpop, indie rock, sampai hip hop jalanan, bloke core sering muncul sebagai visual pendukungnya. Lihat saja foto-foto band Inggris atau crowd gig kecil estetikanya nyambung. NME pernah menulis bahwa fashion Britpop ikut membentuk cara fans berpakaian di luar konser. Opini santainya: playlist dan outfit sering jalan bareng, meski nggak disadari.

Media sosial mempercepat penyebaran bloke core. Instagram dan TikTok dipenuhi foto outfit berlatar stadion, gang kota, atau venue musik independen. Estetikanya kasual, sedikit kusam, dan terasa nyata. Hypebeast menyebut bloke core sebagai tren yang mudah ditiru karena tidak bergantung pada merek mahal. Jersey lama justru lebih bernilai daripada yang baru.

Menariknya, bloke core juga jadi semacam perlawanan halus terhadap fashion yang terlalu rapi dan perfeksionis. Di saat semua orang berlomba tampil “clean” dan seragam, bloke core datang dengan sikap cuek tapi percaya diri. Opini ringannya: ini gaya orang yang nyaman dengan dirinya sendiri dan itu selalu terlihat keren.

Pada akhirnya, bloke core bukan sekadar tren outfit. Ia adalah potongan budaya: sepak bola, musik, jalanan, dan identitas kelas pekerja yang dihidupkan kembali oleh generasi baru. Dari tribun stadion sampai kafe sudut kota, bloke core membuktikan satu hal kadang, gaya paling kuat lahir dari hal yang paling sederhana.

 

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....