Angklung Warisan Budaya Indonesia yang Diakui Dunia

  • 23 Jan 2026 12:06 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Angklung merupakan salah satu alat musik tradisional Indonesia yang tumbuh dan berkembang di wilayah Sunda, Jawa Barat. Instrumen ini dibuat dari bambu dan dimainkan dengan cara digoyangkan, sehingga menghasilkan bunyi khas yang lembut dan berirama. Setiap angklung dirancang untuk menghasilkan satu nada tertentu, sehingga permainannya menuntut kekompakan antar-pemain.

Dilansir dari indonesiakaya.com Secara etimologis, istilah angklung berasal dari bahasa Sunda angkleung-angkleungan yang merupakan gerakan pemain angklung, serta bunyi “klung” yang muncul ketika bambu saling berbenturan. Dalam perkembangannya, angklung diketahui sebagai hasil pengembangan dari alat musik calung. Perbedaannya terletak pada cara memainkan, di mana calung dimainkan dengan cara dipukul, sedangkan angklung dibunyikan dengan digoyangkan.

Dalam masyarakat Sunda pada masa lampau, angklung tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki peran penting dalam ritual adat dan kepercayaan. Angklung kerap dimainkan dalam upacara yang berkaitan dengan pertanian, terutama untuk memohon kehadiran Dewi Sri, sosok yang dipercaya sebagai lambang kesuburan dan kemakmuran, agar hasil panen melimpah.

Seiring berjalannya waktu, fungsi angklung pun mengalami pergeseran. Dari alat ritual, angklung berkembang menjadi instrumen seni pertunjukan dan pendidikan yang dikenal luas, baik di dalam maupun luar negeri. Pengakuan dunia terhadap nilai budaya angklung ditandai dengan penetapannya oleh UNESCO sebagai Karya Agung Warisan Seni Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia pada November 2010. Sejak saat itu, setiap tanggal 16 November diperingati sebagai Hari Angklung Sedunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....