Sengkolo Petaka Satu Suro: Teror Keramat Hancurkan Desa

  • 21 Jan 2026 08:04 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Desa pesisir Sukowati yang damai tiba-tiba diselimuti kabut mencekam saat kejadian aneh beruntun menyerang para ibu hamil. Rahayu, bidan desa penyayang yang sedang hamil anak kedua, awalnya abaikan bisik-bisik warga soal pantangan Malam 1 Suro. Tapi tragedi keluarga sendiri hantam ia seperti petir, buka pintu duka yang tak terbayangkan.

Kehilangan itu picu rangkaian teror gaib, mimpi buruk berulang, suara tangis misterius di malam buta, dan penampakan bayang hitam yang incar perempuan bunting. Adiknya Ratih pulang dari kota justru tambah chaos, bawa aura asing yang picu kemarahan roh penjaga adat. Warga panik tutup pintu, tapi petaka sengkolo sudah merayap masuk rumah demi rumah.

Menjelang Malam 1 Suro yang keramat, hujan deras dan petir garang jadi latar sempurna buat klimaks mengerikan. Rahayu harus lahirkan bayi di tengah ancaman iblis haus darah yang incar keturunan desa, sementara keyakinan leluhur bentrok dengan rasa takut modern. Alur cerita mengalir deras bagai banjir bandang, tarik napas penonton ke ujung jari.

Sengkolo Petaka Satu Suro adalah film biskop Indonesia bergenre Horor Mistis. Tayang serentak 22 Januari 2026 di semua bioskop Indonesia (Cinema 21, CGV, XXI). Durasi film ini selama 1 jam 44 menit, disutradarai Deni Saputra, rating umur 21+ (konten intens horor/supranatural), produser Screenplay Films.

Aulia Sarah bakar layar sebagai Rahayu rapuh tapi tangguh, emosi mentahnya bikin merinding sekaligus haru saat hadapi kegelapan batin. Agla Artalidia tambah intensitas sebagai Ratih polos yang jadi korban pantangan, didukung cast pendukung ciptakan atmosfer desa autentik. Deni Saputra sutradara horor legendaris racik jumpscare cerdas berbasis mitos Jawa tanpa murahan.

Film ini gali dalam ketakutan kolektif soal malam keramat, tunjukkan celah duka dan ragu jadi makanan empuk setan sengkolo. Setiap ritual dan pantangan terasa hidup, bikin penonton yang paham budaya Jawa ikut gelisah ingat larangan nenek moyang. Pesan kuat: hormati adat atau petaka ulang tiap Suro.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....