Adhitia Sofyan Rilis Album Baru "Observasi"
- 09 Nov 2025 08:41 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar : Adhitia Sofyan kembali menghadirkan karya yang mengajak pendengarnya untuk melambat dan menyaksikan perjalanan kehidupan. Album bertajuk Observasi Transisi, berisi 11 lagu baru, resmi dirilis pada Kamis, (6/11/2025).
Di tengah dunia yang semakin cepat, ramai, dan sering kali melelahkan, Observasi Transisi hadir sebagai ruang tenang untuk menyambut kesendirian di antara hingar-bingar dunia. Seperti lagu pembukanya, “Pencerita”, yang sudah dirilis pada bulan Juni lalu, album ini menjadi perjalanan reflektif tentang bagaimana kita memahami perubahan dan berdialog dengan diri sendiri.
Observasi Transisi tercipta dari momen saat terjadinya perubahan perasaan dan suatu pandangan, seakan kita mencoba memahami apa yang sedang terjadi tanpa terburu-buru bertindak. Momen ini membuat Adhitia Sofyan mulai mengamati transisi yang dia alami sendiri dan menuangkannya menjadi rangkaian lagu.
“Kalo beruntung, mungkin kita bisa mundur sejenak untuk melihat dan memperhatikan hidup. Kita menjadi pengamat tanpa harus bereaksi atau terbawa emosi. Lalu, harapannya kita bisa lebih terbuka dalam menjalani hidup.”, ujar Adhitia Sofyan tentang makna di balik judul albumnya.
Album ini juga menjadi album penuh berbahasa Indonesia pertama oleh Adhitia Sofyan, sekaligus kembali ke format akustik yang menjadi ciri khasnya. Dalam album ini, dia menambahkan warna baru melalui sentuhan bossa nova dan alunan senar selayaknya pada orkestra.
Berisi 11 lagu, album ini memadukan kisah cinta dan refleksi kehidupan, disusun runut seperti perjalanan emosi yang perlahan berubah.
Daftar lagu:
1. Sembunyi Dulu
2. Astronot dan Arkeolog
3. Bentang Sayap
4. Jauh di, Mata Jauh
5. Menunggu oh Menanti
6. Pencerita
7. Dialog Diri
8. Sumbang
9. Sandera
10. Destinasi
11. Penutupan
Sebagai lagu pembuka album, “Sembunyi Dulu” merepresentasikan inti dari album ini yaitu ajakan untuk memberi diri sendiri ruang bernapas, menata, dan menenangkan diri sebelum kembali ke realita. Lagu-lagu seperti “Pencerita,” “Dialog Diri,” dan “Sumbang” juga berbicara tentang refleksi kehidupan. Tema yang mungkin terasa baru bagi Adhitia, yang sebelumnya lebih dikenal lewat lagu-lagu romansa. Melalui karya-karya ini, dia mengobservasi transisi yang dialami sendiri, sejalan dengan tema album ini.
Sementara tujuh lagu lainnya tetap menyimpan sisa romantis yang kini dilihat dari perspektif berbeda, dari masa indah bersama pasangan, hingga saat harus kembali sendiri dan menata kehidupan.
“Aku rasa, menulis lagu tentang cinta itu kadang ada keegoisan di dalamnya, karena berpusat pada rasa diriku sendiri. Sekarang aku ingin melihat apa yang orang lain rasakan juga, karena hidup gak selalu indah, perjuangan dan kesulitan juga harus dirasakan.”, ujar Adhitia Sofyan.
Sebagai pesan penutup untuk para pendengar, Adhitia mengatakan, “Album ini adalah ruang untuk kalian yang ingin sendiri dan lebih mengenal diri sendiri, yang terkadang sering lari dari kesempatan untuk bicara dengan diri sendiri karena terasa sulit.”.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....