Apa Itu Etomidate dalam Kasus Vape Jonathan Frizzy
- 06 Mei 2025 08:50 WIB
- Denpasar
KBRN,Denpasar: Tengah ramai diperbincangkan publik di dunia maya, Aktor sinetron Jonathan Frizzy, atau yang akrab disapa Ijonk, ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (4/5) malam. Dikutip dari KBRN, penangkapan ini berkaitan dengan dugaan keterlibatannya dalam produksi dan distribusi rokok elektrik (vape) ilegal yang mengandung zat etomidate—obat keras yang penggunaannya diatur ketat dalam Undang-Undang Kesehatan.
Menurut penjelasan pihak kepolisian, vape yang diamankan dari kasus tersebut mengandung etomidate, yaitu obat anestesi yang biasa digunakan oleh tenaga medis untuk membuat pasien tidak sadar selama prosedur operasi. Obat ini bekerja sangat cepat, dengan efek mulai terasa dalam waktu 30–60 detik setelah diberikan secara intravena, dan berlangsung selama 3–5 menit. Karena itulah, penggunaannya hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis profesional, dan dalam pengawasan ketat.
Dilansir dari berbagai sumber, Etomidate bukan obat narkotika, namun diklasifikasikan sebagai obat keras yang memiliki risiko tinggi jika digunakan sembarangan. Kepala Satresnarkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta, AKP Michael Tandayu, menyatakan bahwa penggunaan etomidate melalui jalur yang tidak semestinya, seperti lewat vape, sangat berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental.
Secara medis, etomidate memengaruhi sistem aktivasi retikuler di otak yang bertanggung jawab atas kesadaran. Obat ini bekerja dengan memperkuat kerja neurotransmiter GABA (gamma-aminobutyric acid) yang menekan aktivitas saraf, sehingga menimbulkan efek sedatif. Namun, efek sampingnya tidak ringan. Etomidate dapat menyebabkan mioklonus (kedutan otot tak terkendali), mual, muntah, dan penurunan produksi hormon kortisol. Dalam kasus yang lebih berat, pengguna bisa mengalami gangguan kesadaran, kejang, bahkan kematian jika digunakan tanpa dosis dan pengawasan yang tepat.
Meskipun tidak menimbulkan euforia seperti morfin atau fentanyl, etomidate tetap memiliki potensi untuk disalahgunakan karena kemampuannya menimbulkan efek hipnosis cepat. Dalam konteks non-medis, efek ini bisa membahayakan jiwa karena dosis yang tidak terkendali dapat menyebabkan kehilangan kesadaran mendadak, apnea (berhentinya pernapasan), hingga kematian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....