Bhakti Jagat Kerthi, Aksi Nyata Untuk Menjaga Semesta
- 02 Agt 2025 15:14 WIB
- Denpasar
KBRN,Semarapura: Yuni Paramita finalis Jegeg Bagus Bali yang kini aktif dalam gerakan advokasi lingkungan dan budaya melalui program Bhakti Jagat Kerthi. Dalam sebuah wawancara hangat, Jegeg Yuni membagikan pandangannya tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam, sesama, dan spiritualitas, yang terbingkai indah dalam konsep Tri Hita Karana.
“Tri Hita Karana itu bukan hanya filosofi, tapi juga panduan hidup yang sangat relevan dengan isu-isu saat ini, seperti perubahan iklim, krisis moral, hingga kerenggangan sosial,” ujar Jegeg Yuni dengan senyum hangat. Ia menyebut bahwa melalui Bhakti Jagat Kerthi, generasi muda diajak untuk tidak hanya memahami, tapi juga mengimplementasikan nilai-nilai luhur Bali secara nyata.
Menurut Jegeg Yuni, banyak anak muda yang sebenarnya peduli dengan isu lingkungan dan sosial, namun belum menemukan cara yang tepat untuk menyalurkan kepeduliannya. Di sinilah peran Bhakti Jagat Kerthi menjadi penting. Program ini mengajakmasyarakat dan genersi muda , untuk melakukan aksi nyata seperti bersih-bersih pantai, edukasi teba moderen yang terlaksana di desa AAN, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Yang memiliki tujuan untuk menjaga lingkungan di alam semesta ini.
“Tri Hita Karana itu terdiri dari tiga elemen utama: hubungan manusia dengan Tuhan (Parhyangan), hubungan antarsesama manusia (Pawongan), dan hubungan manusia dengan alam (Palemahan). Dalam setiap kegiatan Bhakti Jagat Kerthi, kami selalu berusaha menjaga agar ketiga unsur itu terwujud,” jelasnya.
Meski begitu, Jegeg Yuni mengakui tidak semua orang mudah menerima atau memahami nilai-nilai ini. “Tantangannya adalah bagaimana membungkus pesan-pesan kearifan lokal itu dengan cara yang modern dan menarik,” katanya. Ia sendiri aktif membuat konten edukatif di media sosial, seperti Instagram, dengan pendekatan visual dan narasi yang ringan namun sarat makna.
Ketika ditanya apa yang memotivasi dirinya, Jegeg Yuni menjawab dengan penuh keyakinan: “Saya percaya bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil. Kalau kita bisa menginspirasi satu orang saja untuk peduli pada lingkungan atau lebih menghargai sesama, itu sudah luar biasa.”
Jegeg Yuni juga menekankan pentingnya kolaborasi antar generasi, serta sinergi antara pemerintah, komunitas, dan sektor pendidikan. “Kita perlu menanamkan sejak dini bahwa hidup selaras dengan alam dan sesama itu bukan kewajiban tambahan, tapi bagian dari identitas kita sebagai orang Bali,” tambahnya.
Semangat pelestarian yang di usung oleh Jegeg Yuni dan tim Bhakti Jagat Kerthi telah membuahkan sejumlah inisiatif inspiratif. Salah satu di antaranya program “Teba Moderen” yang memadukan masyarakat sekitar, untuk turut serta bergerak dalam menjaga lingkungan sekitar yang sejalan dengan surat edaran Gubernur Bali No. 9 Tahun 2025, agar masalah sampah bisa teratasi.
Dalam advokasi yang ia jalankan Bhakti Jagat Kerthi program ini mejadi sangat penting dan bermanfaat Bagi Klungkung, dalam melestarikan alam dam menjaga keberlangsungan alam yang ada di sekitar kita. Dengan alam yang haromis, kerja sama masyarakat yang bersemangat, akan menjadikan alam yang kita miliki lestari.
*Penulis: I Putu Ari Yudiantara (Finalis Jegeg Bagus Bali 2025 – Duta Kabupaten Klungkung)