PAWS Up! Aksi Demi Anjing & Pariwisata Bali

  • 02 Agt 2025 15:03 WIB
  •  Denpasar

KBRN,Denpasar: Kepedulian terhadap anjing liar di Bali tak lahir dari sekadar belas kasihan sesaat, tetapi tumbuh kuat dalam hati seorang remaja tangguh bernama Ni Putu Kiara Praba Elysia, yang kini mengemban peran sebagai Jegeg Kota Denpasar. Di usianya yang masih muda, Kiara telah membuktikan bahwa keberanian untuk peduli dan bertindak tidak harus menunggu waktu yang lebih matang. Ia adalah representasi gadis Bali masa kini pintar, empatik, dan penuh dedikasi terhadap isu-isu yang sering kali terpinggirkan.

Sejak kecil, Kiara telah menunjukkan kecintaan yang mendalam terhadap hewan, terutama anjing. Namun bagi Kiara, cinta pada anjing bukan hanya sebatas menyayangi hewan peliharaan. Ia memandang anjing sebagai sahabat hidup yang setia, bagian dari yang memiliki hak dilindungi. Ia tumbuh dengan kesadaran bahwa keberadaan hewan juga mencerminkan nilai kemanusiaan dan kepedulian dalam masyarakat.

Dalam wawancara, Kiara Praba membagikan kisah perjalanannya merintis gerakan PAWS (Protecting Animals, Wildlife, and Sustainability), sebuah inisiatif yang lahir dari kepeduliannya terhadap anjing-anjing liar yang terlantar di berbagai sudut Bali, terutama di kawasan wisata. Gerakan ini bukan sekadar aksi sosial biasa, melainkan cerminan dari panggilan hati seorang anak muda yang ingin menghadirkan harmoni antara manusia, hewan, dan lingkungan.

"Melindungi mereka juga berarti melindungi budaya, masyarakat, dan keamanan wisatawan," ujar Kiara saat ditemui di Denpasar.

Gerakan ini muncul dari keprihatinan mendalam Kiara terhadap lebih dari 600.000 anjing yang terlantar di Bali, terutama di kawasan-kawasan wisata. Anjing-anjing ini hidup tanpa makanan, perawatan, atau perlindungan yang layak. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan masyarakat, termasuk penyebaran penyakit rabies, yang pada akhirnya mengancam keselamatan wisatawan dan merusak citra Bali sebagai destinasi pariwisata yang aman dan nyaman.

Sebagai wujud kepeduliannya terhadap isu kesehatan hewan dan keselamatan wisatawan, pada 30 Juni 2025, Kiara bersama gerakan PAWS dan Dinas Pertanian Kota Denpasar menggelar program vaksinasi rabies langsung ke lingkungan warga di Banjar Peken, Kelurahan Renon. Aksi ini menyasar anjing-anjing liar yang rentan terhadap penularan rabies. Tidak hanya terlibat dalam perencanaan, Kiara juga turun langsung ke lapangan dan ikut memvaksin 143 ekor anjing. Keterlibatannya mencerminkan sosok pemimpin muda yang tidak hanya menyuarakan kepedulian, tetapi juga bertindak nyata demi Bali yang lebih aman, sehat, dan peduli terhadap seluruh makhluk hidup.

Tidak berhenti di lapangan, Kiara juga menggagas dan memandu acara PAWS TALK yang digelar pada 17 Juli 2025 di Dharma Negara Alaya. Talkshow ini mempertemukan dokter hewan, komunitas generasi muda, dan pelaku sektor pariwisata dalam sebuah ruang dialog yang membahas secara mendalam keterkaitan antara populasi anjing liar, kesehatan masyarakat, dan keamanan destinasi wisata. Sebanyak 30 orang perwakilan dari komunitas generasi muda seperti duta sekolah dan forum anak turut hadir dan berpartisipasi aktif, menunjukkan bahwa kesadaran kolektif dapat dibangun dari ruang diskusi yang terbuka dan kolaboratif.

Kiara juga memaksimalkan peran media sosial sebagai platform edukatif dan inspiratif, dengan rutin membagikan informasi tentang pentingnya perlindungan hewan, bahaya rabies, hingga nilai-nilai kebaikan dalam memperlakukan makhluk hidup. Melalui pendekatan digital ini, ia menjangkau lebih banyak anak muda dan masyarakat luas, sekaligus memperkuat pesan bahwa kepedulian terhadap hewan adalah bagian tak terpisahkan dari citra pariwisata Bali yang beradab dan berkelanjutan.

Dalam seluruh kegiatannya, Kiara secara konsisten menanamkan nilai-nilai Sapta Pesona, khususnya aspek aman, tertib, bersih, dan ramah, sebagai fondasi dalam membangun Bali sebagai destinasi wisata unggulan dunia. Ia meyakini bahwa keamanan wisata tidak hanya bergantung pada infrastruktur atau sistem, tetapi juga pada bagaimana masyarakat memperlakukan makhluk hidup di sekitarnya.

Dengan membawa slogan “PAWS in action, love in motion”, Kiara berharap gerakan PAWS tidak hanya berdampak secara lokal, tetapi juga menjadi inspirasi nasional bahwa kepedulian terhadap makhluk hidup adalah fondasi dari wisata yang aman dan berkelanjutan. Baginya, perubahan besar bisa dimulai dari aksi kecil yang penuh cinta, ketika kita merawat yang terpinggirkan, kita juga sedang menjaga wajah kemanusiaan dan citra Bali di mata dunia.

*Penulis: Putu Ryan Indra Pratama (Finalis Jegeg Bagus Bali 2025 – Duta Kota. Denpasar)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....