Rahasia 108 Jenis Kelapa Bali dalam Tradisi Pengobatan Leluhur
- 16 Jul 2026 13:54 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Bagi sebagian besar masyarakat, pohon kelapa identik dengan air kelapa, santan, atau minyak. Namun dalam tradisi Bali, kelapa memiliki makna yang jauh lebih dalam. Leluhur Bali mengenal sedikitnya 108 jenis kelapa atau yang disebut Nyuh Madan, yang diyakini memiliki karakteristik dan khasiat berbeda, baik untuk pengobatan maupun kepentingan adat dan spiritual.
Dalam acara Teras UMKM pada Selasa, 14 Juli 2026, Ketua devisi promosi PT Gedong Dalem Utama, Komang Agus Triadi Putra menjelaskan kepercayaan ini tidak hanya hidup dalam tradisi lisan, tetapi juga tercatat dalam Lontar Kelapa Tatwa. Di dalam lontar tersebut dijelaskan bahwa berbagai jenis kelapa memiliki fungsi yang berbeda-beda. Ada yang dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit kulit, luka, nyeri, hingga dipercaya berfungsi sebagai pelindung secara niskala dalam kehidupan masyarakat Bali.
"Kelapa adalah tanaman yang sangat istimewa. Dari akar, batang, daun, hingga buahnya memiliki manfaat bagi kehidupan masyarakat, termasuk untuk pengobatan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun," ujarnya.
Agus Triadi menegaskan bahwa salah satu bentuk pemanfaatan kelapa yang berkembang saat ini adalah pengolahan Virgin Coconut Oil (VCO). Menurutnya, VCO dipilih karena mempertahankan kemurnian sari pati kelapa sehingga kandungan alaminya tetap terjaga.
Ia juga mengungkapkan bahwa produk yang dikembangkan perusahaannya berasal dari konsep 108 jenis kelapa Bali (Nyuh Madan). Masing-masing jenis kelapa dipercaya memiliki manfaat yang berbeda sesuai dengan pengetahuan pengobatan tradisional Bali.
"Setiap jenis kelapa memiliki karakteristik dan fungsi tersendiri. Ada yang dikenal sebagai Nyuh Rangda, Nyuh Bulan, Nyuh Bojog, hingga Nyuh Bubuh. Pengetahuan ini berasal dari warisan leluhur yang masih dijaga hingga sekarang," jelas Komang Agus Triadi Putra.
Dalam perspektif pengobatan tradisional Bali, kesehatan dipandang sebagai keseimbangan antara unsur fisik (sekala) dan nonfisik (niskala). Karena itu, pemanfaatan tanaman obat, termasuk kelapa, tidak hanya diarahkan untuk membantu menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga menjadi bagian dari nilai budaya dan spiritual masyarakat.
Di tengah pesatnya perkembangan pengobatan modern, pengetahuan mengenai 108 jenis kelapa menjadi salah satu kekayaan budaya Bali yang masih bertahan. Tradisi ini menunjukkan bahwa leluhur telah mengembangkan pemahaman mengenai pemanfaatan sumber daya alam secara menyeluruh, sekaligus mewariskan filosofi bahwa alam adalah bagian penting dari kehidupan manusia.
Kini, berbagai penelitian ilmiah terhadap produk turunan kelapa seperti VCO turut membuka ruang bagi pengetahuan tradisional untuk terus dikaji. Meski demikian, nilai utama yang diwariskan leluhur tetap sama, yakni menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan budaya sebagai fondasi kehidupan masyarakat Bali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....