Jero Puri Terapkan Riset Pasar lewat Telepon ke Pelanggan

  • 10 Jul 2026 05:57 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID- Denpasar, Pemilik ( Owner) UMKM Puri Lestari di Tohpati Denpasar Timur, Ni Wayan Resiani ( Jero Puri), menerapkan metode riset pasar yang unik dan personal, dengan cara menghubungi ( menelepon) langsung para pasien pasca terapi masase. Langkah evaluasi mandiri ini dilakukan secara konsisten oleh Jero Puri untuk mendengarkan ulasan langsung, mengenai tingkat kepuasan serta efek dari penggunaan sabun herbal dan minyak masase buatannya.

Strategi pelayanan purna jual (post-sales service) tersebut, menurut Jero Puri terbukti sangat efektif untuk memetakan kebutuhan konsumen secara akurat, sekaligus meminimalkan risiko adanya produk yang tidak laku atau dikembalikan oleh pasar. Melalui interaksi dua arah yang intensif tersebut, Jero Puri dapat mendeteksi formula kosmetik apa saja yang paling cocok dengan kondisi kulit pelanggan, sehingga loyalitas masyarakat terhadap merek lokal ini tetap terjaga.

Jero Puri mengungkapkan bahwa kedekatan emosional dengan konsumen merupakan modal utama dalam mengunci target pasar yang tepat. "Setiap pasien yang selesai memanfaatkan jasa pijat selalu saya hubungi kembali via telepon untuk menanyakan bagaimana perkembangan kesehatan mereka setelah menggunakan sabun herbal Puri Lestari," ujar Jero Puri ketika berbincang dalam program acara Teras UMKM di Pro 4 RRI Denpasar, Rabu, 8 Juli 2026.

Sikap ulet dan kebiasaan membaca peluang pasar secara jeli ini sebenarnya telah terbentuk sejak awal mula Jero Puri merintis usaha kuliner jamur tiram pada tahun 2012 silam. Pada masa awal operasional yang penuh dengan keterbatasan modal, Jero Puri hanya berani memproduksi sepuluh buah media tanam (log) jamur ,sebelum akhirnya berhasil melambungkan volume usaha hingga mencapai puluhan ribu unit.

Keberhasilan ekspansi bisnis masa lalu tersebut, tidak lepas dari peran anak-anaknya yang ikut membantu proses penggorengan jamur crispy, hingga memasarkannya secara langsung ke area sekolah dan kampus-kampus di Bali. Kerja sama yang solid di internal keluarga ini, berhasil mengubah usaha skala rumahan tersebut, berkembang pesat hingga mampu mengelola tiga puluh ribu log bibit jamur tiram, yang tersebar di dua lokasi budidaya berbeda.

Meskipun saat ini lini bisnis kulinernya sudah beralih ke sistem pesanan khusus karena dampak pandemi, Jero Puri menegaskan bahwa pengalaman mengelola perputaran barang dalam jumlah besar, telah membentuk mental bisnisnya menjadi lebih matang. "Pengalaman mengedarkan jamur hingga ke lingkungan kampus mengajarkan saya bahwa pemetaan pasar yang tepat, dan bantuan tenaga kerja terdekat, adalah kunci utama untuk membesarkan sebuah usaha," ucap Jero Puri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....