TPID Bali Pastikan Ketersediaan Pangan Jelang Galungan dan Kuningan Aman
- 12 Jun 2026 09:47 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, memastikan ketersediaan bahan pokok dan kebutuhan masyarakat tetap aman menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan pada 17 Juni dan 27 Juni 2026. Hal tersebut disampaikan saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Rabu 10 Juni 2026.
Dalam arahannya, Dewa Indra meminta seluruh pemangku kepentingan TPID untuk memperketat pengawasan dan pemantauan distribusi bahan pokok sejak sebelum hingga beberapa hari setelah hari raya. Langkah ini dilakukan guna mencegah kelangkaan serta menjaga stabilitas harga di pasar.
“Pengawasan sudah kita lakukan sejak sekarang karena Galungan dan Kuningan semakin dekat. Masyarakat mulai berbelanja kebutuhan seperti bahan pangan, daging, bumbu dapur, LPG, hingga sarana upacara,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya penyampaian informasi kepada masyarakat bahwa stok kebutuhan pokok dalam kondisi aman untuk mencegah terjadinya panic buying yang dapat memicu penimbunan dan gangguan distribusi. Selain menjaga ketersediaan stok, Dewa Indra juga menekankan pentingnya kelancaran distribusi barang hingga ke seluruh wilayah Bali.
Ia mendorong penguatan koordinasi antar-Satuan Tugas (Satgas) Pangan di kabupaten/kota agar distribusi berjalan efektif, termasuk pemanfaatan stok daerah yang surplus untuk membantu wilayah yang mengalami kekurangan. “Jika ada daerah yang kekurangan komoditas tertentu, maka bisa dipenuhi dari daerah lain yang memiliki surplus. Kolaborasi ini penting agar distribusi tetap lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” katanya.
Sebagai contoh, ia menyebut Kabupaten Buleleng memiliki surplus sejumlah komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih yang dapat disalurkan ke daerah lain yang membutuhkan. Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menyampaikan bahwa tingkat inflasi Bali hingga Mei 2026 tercatat sebesar 2,99 persen.
Menurutnya, dinamika ketersediaan dan permintaan komoditas di masing-masing daerah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi inflasi. Ia menekankan pentingnya penguatan pemantauan terhadap komoditas strategis seperti beras, cabai, bawang, gula pasir, daging, dan LPG 3 kilogram untuk menjaga stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan.
Di sisi lain, Satgas Pangan Polda Bali terus melakukan langkah pengawasan dan penegakan hukum untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga. Selain menggelar pasar murah, aparat juga menindak pelaku usaha yang terbukti melakukan pelanggaran, termasuk praktik pengoplosan LPG.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan bahan pokok, menekan potensi inflasi, serta memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hari raya dengan harga yang stabil dan pasokan yang aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....