Pelestarian Lontar di Dukuh Penaban Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

  • 14 Mei 2026 14:41 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Karangasem – Pengembangan budaya berbasis kearifan lokal dinilai terus memberikan dampak positif bagi masyarakat di Bali. Selain menjaga tradisi daerah, pengembangan budaya lokal juga membuka peluang usaha dan mendukung aktivitas pariwisata masyarakat setempat.

Salah satu pengembangan budaya tersebut terlihat di Desa Dukuh Penaban, Karangasem, melalui pelestarian warisan lontar yang terus dijaga masyarakat. Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Bali, I Made Mendra Astawa menilai, pengembangan budaya lontar tidak hanya menjaga tradisi daerah, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Kita melihat di Desa Karangasem, namanya Dukuh Penaban, yang mana budayanya diangkat dengan menjaga warisan lontar. Tentunya ini memberikan dampak juga secara ekonomi kepada masyarakatnya,” ujar I Made Mendra Astawa.

Mendra Astawa menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya di Bali. Menurutnya, masyarakat desa perlu dilibatkan sebagai pelaku utama agar pengembangan pariwisata dapat berjalan berkelanjutan sekaligus tetap menjaga budaya lokal yang dimiliki daerah masing-masing.

“Ketika masyarakat dilibatkan dan tahu maksud dan tujuan pembangunan desa wisata, tentu semua akan mendukung. Di samping itu jelas akan terjadi suatu perubahan, yaitu pariwisata berkelanjutan yang mana masyarakat Bali khususnya di desa menjadi subjek atau pelaku dari pariwisata itu sendiri,” ujar I Made Mendra Astawa.

I Made Mendra Astawa berharap pelestarian budaya lokal di Bali terus diperkuat agar mampu menjaga warisan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....