NAT TEA Terapkan Konsep Ramah Lingkungan dan Pemberdayaan Petani

  • 12 Mei 2026 10:27 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID,Denpasar- Keberlanjutan sebuah usaha mikro tidak hanya diukur dari angka penjualan, tetapi juga dari dampak sosial dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya. Hal inilah yang diterapkan oleh Pemilik (Owner) Natural Alami Tea (NAT TEA), Ir. Hj. Nimmi Gulam, CSEP melalui usaha Natural Alami Tea (NAT TEA), yang kini mulai beralih menggunakan kemasan ramah lingkungan.

Inovasi kemasan dilakukan dengan mengurangi penggunaan plastik hingga 30 persen, melalui pemakaian bahan monolize, yang lebih mudah didaur ulang oleh masyarakat pengguna produknya. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan Eco Living ( gaya hidup berkelanjutan), guna memastikan bahwa setiap sisa kemasan tidak berakhir menjadi sampah yang merusak ekosistem alam.

Berbicara mengenai dampak sosial, Hj. Nimmi menjelaskan bahwa usahanya dibangun dengan semangat kolaborasi, untuk meningkatkan kesejahteraan para petani lokal di berbagai daerah. "Produk kami mengambil rempah-rempahnya langsung dari petani Bali, dan kami dipercaya oleh PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) untuk mengelola jenis teh premium, yang biasanya hanya menjadi komoditas ekspor," ujarnya ketika berbincang dalam program Teras UMKM di Pro 4 RRI Denpasar.

Hj. Nimmi mengungkapkan pemberdayaan tersebut juga mencakup edukasi kepada teman-teman sesama pelaku UMKM, agar memiliki standar manajemen yang profesional dalam mengelola bisnis berbasis komunitas dan sumber daya lokal. Dengan memanfaatkan bahan baku murni seperti madu randu dari peternak lokal, NAT TEA berusaha menciptakan ekosistem bisnis yang saling menguntungkan bagi semua pihak terlibat.

Selain fokus pada kemasan, produk ini juga mendorong konsumen untuk melakukan reuse atau penggunaan kembali botol dan wadah teh, sebagai tempat pensil maupun vas bunga kecil. Kreativitas dalam mengolah limbah menjadi barang berguna ini, menjadi nilai tambah yang membedakan NAT TEA dengan kompetitor minuman kesehatan lainnya di pasaran.

Hj. Nimmi berharap model bisnis yang mengedepankan nilai sosial dan lingkungan ini, dapat menginspirasi lebih banyak pelaku UMKM di Denpasar, untuk mulai menerapkan prinsip keberlanjutan. "Harapan saya adalah UMKM bisa terus memberikan keberkahan melalui pemberdayaan banyak orang, sehingga produk yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi publik," tutup Hj. Nimmi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....