Pemilik Soka Wangi Ubah Batok Kelapa Jadi Tas Etnik Bernilai Tinggi

  • 08 Mei 2026 10:36 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Pemilik Soka Wangi, Dewa Ayu Mertawangi sukses menyulap limbah batok kelapa menjadi produk tas etnik bernilai ekonomi tinggi, yang kini menjadi primadona di stand pameran Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar. Melalui inovasi penggabungan antara anyaman rotan dengan ornamen batok kelapa berbentuk bunga, usaha lokal asal Tembuku Bangli ini, berhasil memperluas pangsa pasar hingga ke luar Bali sebagai produk suvenir berkualitas.

Dewa Ayu menjelaskan bahwa pengembangan produk tas ini,merupakan langkah strategis, agar kerajinan batok kelapa tidak hanya identik dengan sarana upacara keagamaan bagi masyarakat lokal saja. Inovasi tersebut lahir dari keinginan untuk menciptakan produk yang lebih universal, sehingga dapat menarik minat wisatawan mancanegara maupun kementerian yang berkunjung ke Bali.

Setiap enam bulan sekali Soka Wangi wajib melahirkan desain baru, agar produk yang ditawarkan kepada pelanggan tidak bersifat monoton. "Untuk itulah saya berinovasi membuat produk tas tersebut, biar berfungsi di luar jadinya untuk suvenir, seperti Bank BPD yang kini sudah menjadi langganan tetap," ujar Dewa Ayu ketika berbincang dalam acara Teras UMKM di Pro 4 RRI Denpasar, Jum’at 1 Mei 2026.

Dewa Ayu menambahkan proses kurasi yang ketat di bawah bimbingan instansi terkait, menuntut Soka Wangi untuk terus menjaga standar kualitas barang, dan kelengkapan administrasi usaha. Konsistensi dalam berinovasi ini membuahkan hasil manis dengan dikontraknya stand pameran Soka Wangi di Taman Budaya Art Center Denpasar hingga tahun 2030 mendatang.

Pemasaran produk Soka Wangi kini tidak hanya mengandalkan transaksi langsung di stan pameran, namun telah merambah dunia digital melalui platform media sosial Facebook dan Instagram. Hal ini dilakukan untuk memudahkan konsumen dari luar daerah seperti Jakarta dan Lampung, yang ingin memesan kerajinan unik tersebut tanpa harus datang ke Bali.

Dewa Ayu menegaskan bahwa kunci keberhasilan UMKM local, terletak pada keberanian untuk terus mencoba kombinasi bahan baru, yang tetap mempertahankan ciri khas kearifan lokal. "Saya terbuka dengan masukan yang membangun untuk inovasi produk, agar tetap harus ada produk yang baru, sehingga tidak monoton itu-itu saja produknya" tutup Dewa Ayu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....