Dewa Ayu Mertawangi Lakukan Rebranding Soka Wangi Perkuat Eksistensi Bisnis

  • 08 Mei 2026 10:29 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID,Denpasar- Pelaku UMKM asal Bangli, Dewa Ayu Mertawangi, melakukan langkah berani dengan melakukan rebranding usaha kerajinan keluarga, dari nama lama Sokasari Mandiri menjadi Soka Wangi, guna memperkuat citra produk di pasar digital dan pameran nasional. Perubahan identitas yang dilakukan sejak tahun 2021 ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan sebuah transformasi manajemen total, untuk menyesuaikan diri dengan regulasi industri terbaru serta tren konsumen masa kini.

Transformasi ini dipicu oleh kebutuhan akan legalitas yang lebih kuat, serta keinginan untuk menyatukan identitas personal pemilik ke dalam merek dagang yang lebih segar. Langkah strategis ini terbukti efektif dalam membedakan produk mereka di tengah persaingan ketat kerajinan tangan lokal Bali, terutama saat mengikuti ajang pameran bergengsi di Taman Budaya Art Center Denpasar.

Dewa Ayu mengungkapkan bahwa nama baru tersebut dipilih sebagai representasi doa dan harapan, agar usaha yang ia lanjutkan dari kakaknya dapat terus berkembang luas dan dikenal harum. "Kebetulan juga nama saya kan Merta Wangi, jadi saya ambil kata Wangi dari nama saya sendiri dan Soka itu saya lihat artinya besar," tuturnya dalam acara Teras UMKM di Pro 4 RRI Denpasar, Jumat, 1 Mei 2026.

Selain perubahan merek, Soka Wangi juga melakukan efisiensi rantai pasok dengan memperluas jaringan pemasok bahan baku batok kelapa hingga ke luar pulau Bali, demi menjaga stabilitas stok produksi. Keputusan untuk beralih dari pemasok lokal ke rekanan di Jawa diambil sebagai solusi atas kendala ketersediaan bahan baku, yang sering menghambat produktivitas pengrajin di Tembuku.

Keunikan material ini membuat Soka Wangi menjadi satu-satunya peserta pameran di Art Center, yang secara konsisten menggunakan basis batok kelapa, sebagai identitas utama produknya. “Selain produk mandiri, Soka Wangi juga melakukan kolaborasi kreatif dengan pengrajin bunga kering, untuk menciptakan produk vas bunga komposit, yang memiliki daya tarik visual lebih kuat bagi kolektor seni” ungkap Dewa Ayu.

Manajemen Soka Wangi juga menerapkan kedisiplinan operasional yang tinggi, dengan mengikuti jadwal pameran secara konsisten mulai pukul sepuluh pagi hingga sembilan malam setiap harinya. Pengelolaan waktu yang ketat ini menjadi salah satu indikator penilaian, dalam kurasi dinas terkait, agar stan pameran Soka Wangi tetap mendapatkan kontrak jangka panjang hingga tahun 2030.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....